Jakarta – Perum Bulog menepis isu mengenai penumpukan stok beras hingga 5,25 juta ton di gudang-gudangnya. Pihak Bulog menegaskan bahwa stok beras yang dikelola terus bergerak, baik melalui penyaluran program pemerintah maupun komersial, serta memastikan ketersediaan pangan nasional tetap aman.
Isu mengenai penumpukan beras dalam jumlah besar ini beredar dan menjadi sorotan publik. Namun, manajemen Bulog secara tegas membantah kebenaran angka tersebut, menyatakan bahwa pengelolaan stok dilakukan secara dinamis untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan menjaga stabilitas harga.
Direktur Utama Bulog, Bayu Krisnamurthi, dalam beberapa kesempatan telah menjelaskan bahwa angka 5,25 juta ton yang beredar tidak akurat. Ia mengklarifikasi bahwa stok Bulog saat ini berada pada angka yang jauh berbeda dan dikelola dengan sistem yang memastikan perputaran stok berjalan optimal. “Angka itu tidak benar. Stok kami terus bergerak,” ujar Bayu Krisnamurthi.
Bulog memiliki mandat untuk mengelola stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang berfungsi sebagai instrumen stabilisasi harga dan ketersediaan pangan. Stok CBP ini digunakan untuk intervensi pasar melalui program seperti Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), bantuan pangan, serta operasi pasar ketika diperlukan.
Penyaluran beras SPHP, misalnya, menjadi salah satu mekanisme utama Bulog untuk memastikan beras berkualitas dengan harga terjangkau tersedia di tingkat konsumen, terutama di pasar tradisional dan ritel modern. Program ini terus berjalan dan membutuhkan pasokan yang rutin dari Bulog.
Selain CBP, Bulog juga mengelola stok komersial yang diperdagangkan di pasar. Perputaran stok ini penting untuk menjaga likuiditas perusahaan dan memastikan ketersediaan pasokan di luar program pemerintah. Data stok yang dikelola Bulog selalu diperbarui dan dilaporkan secara berkala kepada pemerintah.
Klarifikasi Bulog ini penting untuk meredam spekulasi dan kekhawatiran di masyarakat terkait ketersediaan beras, yang merupakan komoditas pangan pokok. Dengan penegasan bahwa stok terus bergerak dan tersalurkan, Bulog berupaya menjaga kepercayaan publik dan memastikan roda perekonomian sektor pangan tetap berjalan lancar.
Ke depan, Bulog diharapkan terus meningkatkan transparansi dalam pengelolaan stok dan penyaluran berasnya. Pengawasan yang ketat dan pelaporan yang akurat akan menjadi kunci untuk memastikan program ketahanan pangan nasional berjalan efektif dan masyarakat dapat mengakses beras dengan harga yang stabil dan terjangkau.
