Sunday, 9 August 2026
BREAKING
Ekonomi

Belanja Pemerintah Dinilai Tak Cukup Jangka Panjang untuk Cegah Ekonomi Jatuh di Bawah 5%

Oleh Ishak August 9, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Ketidakpastian ekonomi global dan domestik memunculkan kekhawatiran tentang potensi perlambatan pertumbuhan ekonomi Indonesia di bawah angka 5%. Meskipun belanja pemerintah diharapkan dapat menjadi bantalan, seorang ekonom menilai langkah tersebut tidak akan mampu menopang ekonomi dalam jangka panjang.

Ekonom senior dari Universitas Indonesia, Faisal Basri, sebelumnya telah menyuarakan keprihatinan serupa. Ia memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2023 tidak akan mencapai target 5,4% yang dicanangkan pemerintah. Angka pertumbuhan yang lebih rendah, bahkan di bawah 5%, menjadi skenario yang patut diwaspadai.

Kekhawatiran ini merujuk pada berbagai faktor eksternal, seperti ketidakpastian geopolitik global yang memicu inflasi dan perlambatan permintaan di negara-negara mitra dagang utama Indonesia. Selain itu, dampak kenaikan suku bunga acuan di berbagai negara maju juga berpotensi memengaruhi aliran investasi dan kondisi pasar keuangan domestik.

Belanja pemerintah, terutama melalui stimulus fiskal dan belanja infrastruktur, memang seringkali diandalkan sebagai motor penggerak ekonomi saat sektor swasta melambat. Namun, ekonom yang mengacu pada pandangan Didik, berpendapat bahwa ketergantungan pada belanja pemerintah memiliki keterbatasan. Ketergantungan yang berlebihan dapat menimbulkan masalah baru di kemudian hari, seperti peningkatan utang publik atau distorsi pasar.

Data historis menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia sangat dipengaruhi oleh kinerja ekspor dan investasi swasta. Ketika kedua sektor ini lesu, upaya pemerintah untuk mendorong konsumsi melalui belanja dapat memberikan efek sementara, namun tidak cukup untuk menciptakan momentum pertumbuhan yang berkelanjutan.

Untuk mengatasi potensi perlambatan ekonomi, diperlukan strategi yang lebih komprehensif. Ini tidak hanya mencakup stimulus fiskal, tetapi juga upaya untuk meningkatkan daya saing industri dalam negeri, menarik investasi langsung (FDI) yang berkualitas, serta memperkuat pasar domestik melalui peningkatan daya beli masyarakat secara fundamental.

Selain itu, stabilitas kebijakan dan kepastian hukum menjadi kunci utama bagi investor untuk berani menanamkan modalnya. Perbaikan iklim investasi yang berkelanjutan akan mendorong sektor swasta untuk kembali bergeliat dan berkontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi.

Dalam menghadapi tantangan ekonomi yang kompleks, dibutuhkan sinergi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat. Pendekatan yang holistik dan berjangka panjang akan lebih efektif dalam memastikan Indonesia mampu melewati potensi perlambatan dan menjaga pertumbuhan ekonomi tetap stabil di atas 5%.

Bagikan: Facebook X WhatsApp