Sunday, 9 August 2026
BREAKING
Ekonomi

Bandara Husein Sastranegara Siap Sambut Kembali Pesawat Jet 14 Agustus 2026 Setelah Revitalisasi

Oleh Ishak August 9, 2026 53 minutes lalu 0 komentar

Bandara Internasional Husein Sastranegara (BDO) di Bandung akan kembali melayani penerbangan pesawat jet penumpang mulai 14 Agustus 2026. Keputusan ini diambil setelah Bandara Kertajati (KJT) di Majalengka resmi menjadi bandara utama untuk penerbangan jet komersial di Jawa Barat, mengalihkan sebagian besar operasional jet dari Husein Sastranegara.

Revitalisasi Bandara Husein Sastranegara difokuskan untuk meningkatkan kapasitas dan kenyamanan bagi operasional pesawat baling-baling (propeller) serta kegiatan lainnya. Perubahan ini merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk mengoptimalkan peran kedua bandara di Jawa Barat, dengan Kertajati sebagai hub internasional dan Husein Sastranegara melayani rute-rute tertentu dan jenis pesawat yang lebih kecil.

Sebelumnya, Bandara Husein Sastranegara telah menjadi gerbang udara utama bagi Kota Bandung dan sekitarnya selama bertahun-tahun, melayani berbagai rute domestik dan internasional dengan pesawat jet. Namun, dengan semakin meningkatnya jumlah penumpang dan pertumbuhan armada pesawat jet, serta terbatasnya lahan untuk pengembangan di sekitar Bandara Husein Sastranegara, pemerintah memutuskan untuk memindahkan operasional jet ke Bandara Kertajati.

Perubahan status operasional ini telah direncanakan dan diimplementasikan secara bertahap. Keputusan untuk kembali melayani pesawat jet di Husein Sastranegara pada tanggal 14 Agustus 2026 mendatang tampaknya merupakan hasil evaluasi atau penyesuaian kembali terhadap rencana awal, kemungkinan terkait dengan kebutuhan spesifik atau segmen pasar yang masih bisa dilayani oleh bandara tersebut.

Pihak otoritas bandara dan Kementerian Perhubungan terus berkoordinasi untuk memastikan transisi ini berjalan lancar. Fokus revitalisasi Bandara Husein Sastranegara mencakup perpanjangan dan penguatan landasan pacu, peningkatan fasilitas terminal, serta penyesuaian infrastruktur lainnya agar sesuai dengan standar operasional pesawat baling-baling yang lebih efisien untuk rute-rute regional.

Pemerintah berharap dengan skema pembagian peran ini, kedua bandara dapat beroperasi secara optimal. Bandara Kertajati diharapkan mampu menampung pertumbuhan penerbangan internasional dan domestik berskala besar, sementara Bandara Husein Sastranegara dapat terus melayani kebutuhan penerbangan yang lebih spesifik, termasuk potensi untuk pesawat jet pada waktu-waktu tertentu atau untuk jenis maskapai tertentu di masa mendatang.

Dampak positif dari penyesuaian ini diharapkan dapat meningkatkan konektivitas udara di Jawa Barat secara keseluruhan. Pengguna jasa penerbangan diharapkan dapat menikmati layanan yang lebih terarah sesuai dengan tujuan perjalanan mereka, baik yang membutuhkan penerbangan jarak jauh maupun yang membutuhkan akses lebih cepat ke wilayah-wilayah tertentu yang dilayani oleh pesawat baling-baling.

Kesiapan infrastruktur dan operasional Bandara Husein Sastranegara untuk kembali melayani pesawat jet pada tahun 2026 akan menjadi sorotan. Evaluasi berkelanjutan terhadap kebutuhan pasar dan efektivitas operasional kedua bandara akan terus dilakukan untuk memastikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

Bagikan: Facebook X WhatsApp