Komisi Pengawas Industri Game Indonesia (Komdigi) berambisi mengaktifkan kembali Indonesian Game Rating System (IGRS) pada tahun 2024 ini. Langkah ini diambil setelah serangkaian evaluasi mendalam terhadap berbagai aspek krusial sistem rating game di Indonesia.
Evaluasi ini mencakup peninjauan sistem, kebijakan, proses operasional, hingga tata kelola IGRS. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa IGRS dapat berjalan efektif dan sesuai dengan perkembangan industri game tanah air.
Ketua Komdigi, A. A. Aris, menekankan pentingnya evaluasi ini. “Kami melakukan evaluasi besar-besaran untuk memastikan IGRS dapat berjalan kembali dengan lebih baik dan efektif. Ini bukan hanya soal teknis, tapi juga soal bagaimana kita mengelola dan memastikan rating yang diberikan benar-benar relevan dan bermanfaat bagi semua pihak, termasuk gamer, orang tua, dan developer game,” ujar Aris dalam sebuah pernyataan.
Proses evaluasi ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari perwakilan industri game, pakar, hingga komunitas gamer. Tujuannya adalah untuk mendapatkan masukan yang komprehensif dan memastikan bahwa IGRS yang akan diaktifkan kembali benar-benar mencerminkan kebutuhan dan dinamika industri game saat ini.
Aris menambahkan bahwa Komdigi berkomitmen untuk menjadikan IGRS sebagai instrumen yang kredibel dan dapat diandalkan. “Kami ingin IGRS menjadi sistem yang tidak hanya sekadar formalitas, tetapi benar-benar dapat memberikan panduan yang jelas mengenai konten game. Ini krusial untuk melindungi anak-anak dan remaja dari konten yang tidak sesuai usia, sekaligus memberikan kepastian bagi para pelaku industri,” jelasnya.
Sebelumnya, IGRS sempat mengalami penundaan operasional. Namun, dengan adanya evaluasi komprehensif ini, Komdigi optimistis dapat mengatasi berbagai kendala yang ada dan memastikan IGRS dapat kembali berfungsi optimal tahun ini. Target aktivasi ulang IGRS pada tahun 2024 menjadi prioritas utama Komdigi dalam upaya penguatan ekosistem industri game Indonesia.
