Buah dan sayur yang kerap dikonsumsi sehari-hari ternyata menyimpan potensi kontaminasi berbahaya. Ahli gizi mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap berbagai jenis pencemaran yang bisa mengintai kesegaran produk pertanian ini. Penting untuk mengetahui cara memastikan kebersihan buah dan sayur sebelum dikonsumsi agar terhindar dari risiko kesehatan yang tidak diinginkan.
Menurut Dr. dr. Nurul Ratna Sari, Sp.GK(K), FINASIM, seorang spesialis gizi klinik, kontaminasi pada buah dan sayur dapat disebabkan oleh berbagai faktor. Salah satu penyebab utamanya adalah penggunaan pestisida yang berlebihan. “Pestisida ini jika tidak dibersihkan dengan benar, residunya bisa tertinggal dan masuk ke dalam tubuh kita,” jelasnya dalam sebuah diskusi daring pada Rabu (24/1/2024).
Selain pestisida, kontaminasi juga bisa berasal dari lingkungan tempat buah dan sayur ditanam maupun disimpan. Misalnya, tercemarnya tanah atau air irigasi oleh limbah industri atau domestik dapat membawa bakteri berbahaya seperti E. coli dan Salmonella. Paparan bakteri ini, lanjut Dr. Nurul, dapat menyebabkan gangguan pencernaan serius.
Menyadari risiko tersebut, Dr. Nurul Ratna Sari membagikan beberapa langkah konkret untuk meminimalkan potensi kontaminasi. Ia menekankan pentingnya proses pencucian yang tepat. “Mencuci buah dan sayur di bawah air mengalir adalah cara paling efektif,” ujarnya. Ia menyarankan untuk menggosok permukaan buah dan sayur dengan lembut menggunakan tangan atau sikat khusus untuk menghilangkan kotoran dan residu pestisida.
Lebih lanjut, Dr. Nurul memberikan tips tambahan untuk membersihkan sayuran berdaun hijau. “Untuk sayuran seperti bayam atau kangkung, sebaiknya direndam terlebih dahulu dalam air bersih selama beberapa menit sebelum dicuci di bawah air mengalir,” sarannya. Proses perendaman ini membantu melonggarkan kotoran yang menempel di sela-sela daun.
Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak ragu untuk mengupas kulit buah dan sayur yang dapat dimakan jika memungkinkan. “Mengupas kulit, misalnya pada apel atau kentang, akan sangat membantu menghilangkan residu pestisida yang mungkin menempel di permukaan,” tambahnya. Namun, ia juga menggarisbawahi pentingnya memilih buah dan sayur yang segar dan tidak rusak, karena bagian yang membusuk lebih rentan terhadap pertumbuhan mikroorganisme berbahaya.
Dr. Nurul juga menyarankan untuk memperhatikan kebersihan peralatan yang digunakan dalam mengolah buah dan sayur, mulai dari talenan hingga pisau. “Pastikan semua alat masak dalam keadaan bersih sebelum digunakan untuk memotong atau mengolah buah dan sayuran,” tutupnya, menekankan bahwa kebersihan menyeluruh adalah kunci utama dalam menjaga keamanan pangan di rumah tangga.
