Saran tak terduga datang dari para pramugari mengenai minuman yang sebaiknya dihindari penumpang saat penerbangan. Alih-alih minuman beralkohol atau berkafein, soda diet justru menjadi sorotan. Para awak kabin menyarankan penumpang untuk tidak memesan minuman bersoda diet saat berada di dalam pesawat, dengan alasan yang berkaitan dengan proses karbonasi dan tekanan udara.
Salah satu alasan utama yang diungkapkan adalah perbedaan tekanan udara di dalam kabin pesawat yang lebih rendah dibandingkan di darat. Perbedaan tekanan ini dapat memengaruhi cara gas terlarut dalam cairan, termasuk soda diet. Akibatnya, minuman soda diet cenderung berbusa lebih banyak dan lebih cepat ketika dibuka di ketinggian.
Seorang pramugari, yang dikutip oleh berbagai media termasuk CNN Indonesia, menjelaskan bahwa busa berlebih ini bisa menjadi masalah. “Minuman bersoda, terutama soda diet, cenderung berbusa lebih banyak di pesawat karena perbedaan tekanan,” ujar seorang pramugari dalam sebuah kesempatan yang dilaporkan oleh media.
Proses karbonasi pada minuman soda melibatkan pelarutan gas karbon dioksida (CO2) ke dalam cairan di bawah tekanan tinggi. Ketika minuman tersebut dibuka di lingkungan bertekanan rendah seperti kabin pesawat, gas CO2 yang terlarut akan lebih mudah lepas dan membentuk gelembung, menyebabkan busa yang berlebihan.
Busa yang banyak ini tidak hanya dapat membuat proses penyajian menjadi lebih sulit bagi pramugari, tetapi juga berpotensi menyebabkan tumpahan yang lebih besar. Hal ini dapat menambah beban kerja awak kabin dan berpotensi mengganggu kenyamanan penumpang lain di sekitarnya.
Selain itu, beberapa pramugari juga mengaitkan konsumsi soda diet dengan peningkatan rasa kembung atau ketidaknyamanan pencernaan pada beberapa penumpang saat terbang. Meskipun tidak secara langsung disebabkan oleh proses karbonasi di pesawat, perubahan fisiologis yang dialami tubuh selama penerbangan, seperti penyerapan gas yang berbeda, dapat memperparah efek ini.
Saran ini muncul sebagai bagian dari berbagai tips yang sering dibagikan oleh para profesional penerbangan untuk membuat pengalaman terbang menjadi lebih nyaman. Meskipun tidak ada larangan resmi dari maskapai penerbangan, rekomendasi dari para pramugari ini didasarkan pada pengalaman praktis mereka di lapangan.
Para penumpang yang mencari minuman ringan saat penerbangan mungkin akan lebih memilih air putih, jus, atau minuman non-diet yang cenderung tidak menghasilkan busa sebanyak soda diet dalam kondisi tekanan udara yang berbeda.
