Pertanyaan mengapa sandal jepit seringkali tidak diperbolehkan dikenakan di dalam pesawat menjadi sorotan, terutama bagi penumpang yang mencari kenyamanan maksimal selama penerbangan. Meskipun terlihat sepele, larangan ini berkaitan erat dengan aspek keselamatan dan prosedur darurat yang harus dipatuhi oleh seluruh penumpang.
Sejumlah maskapai penerbangan memang memiliki aturan ketat mengenai alas kaki yang boleh dikenakan di dalam kabin. Walaupun tidak semua secara eksplisit melarang sandal jepit, namun banyak yang menyarankan atau mengharuskan penggunaan sepatu yang tertutup dan kokoh. CNN Indonesia melaporkan pada Agustus 2026 bahwa kenyamanan sandal jepit kerap kali dikalahkan oleh pertimbangan keselamatan.
Alasan utama di balik pembatasan ini adalah potensi bahaya saat situasi darurat, seperti evakuasi mendadak. Dalam kondisi genting, penumpang perlu bergerak cepat dan aman, baik itu melintasi lorong pesawat yang mungkin dipenuhi serpihan, menuruni seluncur darurat (evacuation slide), maupun berlari menjauhi pesawat. Sandal jepit yang mudah terlepas, tidak memberikan perlindungan pada kaki, dan licin dapat menghambat pergerakan dan bahkan menyebabkan cedera.
Menurut pernyataan dari berbagai sumber yang berkaitan dengan keselamatan penerbangan, termasuk panduan dari otoritas penerbangan sipil, alas kaki yang ideal untuk dikenakan saat terbang adalah sepatu yang menutupi seluruh bagian kaki, memiliki sol yang tidak licin, dan cukup kokoh untuk memberikan dukungan. Sepatu jenis ini akan melindungi kaki dari benda tajam yang mungkin berserakan di lantai kabin saat insiden, serta memberikan cengkeraman yang baik saat bergerak di permukaan yang tidak rata atau licin.
Di sisi lain, sandal jepit tidak menawarkan perlindungan serupa. Solnya yang tipis tidak mampu menahan benda tajam, dan desainnya yang terbuka membuat jari-jari kaki rentan terhadap benturan atau tergores. Selain itu, sandal jepit sangat mudah terlepas dari kaki, yang bisa menjadi masalah serius saat penumpang harus bergerak dalam kepanikan atau menggunakan peralatan evakuasi.
Beberapa ahli keselamatan penerbangan juga menekankan pentingnya kesiapan seluruh penumpang. Dalam skenario terburuk, semua orang harus bisa bergerak dengan cepat dan efisien. Penggunaan alas kaki yang tidak memadai seperti sandal jepit dapat menciptakan risiko tambahan, tidak hanya bagi pemakainya tetapi juga bagi penumpang lain yang mungkin tersandung atau terhalang oleh mereka.
Meskipun tidak ada denda spesifik yang dikenakan langsung di pintu pesawat karena mengenakan sandal jepit, kru kabin berhak meminta penumpang untuk mengganti alas kaki jika dianggap membahayakan keselamatan. Maskapai mengutamakan kepatuhan terhadap standar keselamatan penerbangan internasional yang mengatur berbagai aspek demi keamanan seluruh penumpang dan awak pesawat.
Oleh karena itu, demi kenyamanan dan yang terpenting, keselamatan diri sendiri dan orang lain, disarankan untuk memilih alas kaki yang lebih tertutup dan aman saat melakukan perjalanan udara. Pertimbangan ini menjadi krusial terutama saat pesawat lepas landas dan mendarat, serta dalam situasi darurat yang tidak terduga.
