Konsumsi gula berlebih bukan hanya berdampak pada berat badan dan risiko diabetes, tetapi juga dapat menimbulkan ancaman serius bagi kesehatan mata. Para ahli kesehatan mata mengingatkan bahwa kebiasaan mengonsumsi makanan dan minuman manis secara rutin dapat memicu berbagai komplikasi yang berujung pada penurunan fungsi penglihatan, bahkan kebutaan.
Menurut data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), konsumsi gula tambahan per kapita di Indonesia masih tergolong tinggi. Gula tambahan ini sering kali tersembunyi dalam berbagai produk olahan seperti minuman ringan, kue, biskuit, hingga saus. Peningkatan kadar gula darah yang kronis akibat konsumsi gula berlebih dapat merusak pembuluh darah halus di dalam mata.
Salah satu kondisi mata yang paling umum terkait dengan konsumsi gula berlebih adalah retinopati diabetik. Kondisi ini terjadi ketika pembuluh darah di retina mata rusak akibat kadar gula darah yang tinggi dalam jangka panjang. Retina adalah lapisan peka cahaya di bagian belakang mata yang bertanggung jawab mengirimkan sinyal visual ke otak. Kerusakan pada pembuluh darah ini dapat menyebabkan kebocoran cairan, pendarahan, atau pertumbuhan pembuluh darah baru yang abnormal, yang semuanya dapat mengaburkan pandangan.
Selain retinopati diabetik, konsumsi gula berlebih juga meningkatkan risiko terjadinya katarak. Katarak adalah kondisi di mana lensa mata menjadi keruh, menghalangi cahaya masuk ke retina dan menyebabkan penglihatan kabur. Studi yang dipublikasikan dalam jurnal JAMA Ophthalmology menunjukkan korelasi kuat antara asupan gula tinggi dan peningkatan risiko pengembangan katarak, terutama pada usia yang lebih muda.
Peningkatan kadar gula darah juga dapat memicu pembengkakan pada makula, bagian tengah retina yang bertanggung jawab untuk penglihatan detail dan tajam. Kondisi ini dikenal sebagai edema makula diabetik. Edema makula dapat menyebabkan penglihatan sentral menjadi kabur atau terdistorsi, sehingga menyulitkan aktivitas sehari-hari seperti membaca atau mengenali wajah.
Dokter spesialis mata, Dr. Ani Wijaya, dalam sebuah wawancara dengan media kesehatan lokal, menegaskan bahwa banyak pasien datang dengan keluhan penurunan penglihatan tanpa menyadari bahwa pola makan mereka yang tinggi gula menjadi akar masalahnya. “Banyak yang tidak menyadari bahwa minuman manis yang dikonsumsi setiap hari, atau camilan manis di sore hari, secara perlahan tapi pasti merusak kesehatan mata mereka,” ujar Dr. Ani.
Para ahli menyarankan langkah pencegahan yang paling efektif adalah dengan mengurangi asupan gula tambahan secara signifikan. Ini berarti membatasi konsumsi minuman manis, makanan ringan olahan, dan secara sadar memilih alternatif yang lebih sehat. Mengganti minuman bersoda dengan air putih, teh tawar, atau infused water, serta memilih buah segar sebagai camilan, adalah beberapa langkah awal yang bisa diambil.
Selain itu, menjaga pola makan seimbang yang kaya serat, protein, serta vitamin dan mineral, sangat penting untuk kesehatan mata secara keseluruhan. Pemeriksaan mata rutin setidaknya setahun sekali juga disarankan, terutama bagi individu yang memiliki riwayat diabetes atau faktor risiko lain, untuk mendeteksi dini potensi masalah mata sebelum berkembang menjadi lebih serius.
