Thursday, 6 August 2026
BREAKING
Lifestyle

Miliarder Bryan Johnson Simpan Darah Haid Pacar di Freezer, Klaim Berpotensi Awet Muda

Oleh Destian August 6, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Seorang miliarder teknologi asal Amerika Serikat, Bryan Johnson, dilaporkan telah membekukan darah haid dari pacarnya, Taryn Toomey, untuk disimpan di dalam freezer. Johnson mengklaim praktik ini memiliki potensi manfaat kesehatan, khususnya dalam upaya memperlambat penuaan.

Johnson, yang terkenal dengan program ‘Blueprint’ untuk meregenerasi tubuhnya dan menghentikan proses penuaan, mengungkapkan temuannya ini dalam sebuah wawancara dengan Bloomberg. Ia menyatakan bahwa darah haid mengandung sel induk yang kaya dan dapat digunakan untuk terapi regeneratif.

“Kami mengumpulkan darah haid dari Taryn, lalu memisahkannya menjadi sel induk dan plasma, lalu membekukannya,” ujar Johnson, seperti dikutip dari Bloomberg. Ia menambahkan bahwa hal ini merupakan bagian dari eksperimen yang lebih luas untuk mengeksplorasi terobosan dalam bidang anti-penuaan.

Taryn Toomey sendiri adalah seorang instruktur fitness dan pendiri The Class, sebuah studio kebugaran yang populer di kalangan selebritas. Hubungan antara Johnson dan Toomey telah menjadi sorotan publik terkait gaya hidup sehat dan pendekatan mereka terhadap kesejahteraan.

Klaim Bryan Johnson mengenai manfaat darah haid untuk anti-penuaan belum sepenuhnya terbukti secara ilmiah dan masih dalam tahap penelitian. Namun, secara umum, sel induk yang terkandung dalam darah haid memang memiliki potensi terapeutik. Sel induk ini bersifat pluripoten, yang berarti dapat berdiferensiasi menjadi berbagai jenis sel dalam tubuh, menjadikannya subjek penelitian yang menarik untuk pengobatan regeneratif.

Pihak medis dan peneliti umumnya masih berhati-hati dalam menyikapi klaim tentang aplikasi langsung darah haid untuk anti-penuaan pada manusia. Meskipun potensi sel induknya diakui, masih banyak studi yang diperlukan untuk memahami mekanisme kerja, keamanan, dan efektivitasnya sebelum dapat diaplikasikan secara luas.

Sebelumnya, Bryan Johnson telah menghabiskan jutaan dolar untuk program anti-penuaan yang ketat, termasuk diet ketat, olahraga, dan berbagai suplemen serta prosedur medis. Ia bahkan melakukan transfusi darah dari putranya yang berusia 17 tahun, yang diklaimnya telah membantu meregenerasi organ-organnya.

Langkah Bryan Johnson ini kembali memicu diskusi publik tentang etika dan batasan dalam pencarian keabadian dan peremajaan. Para ahli kesehatan mengingatkan pentingnya pendekatan berbasis bukti ilmiah yang kuat dan hati-hati terhadap klaim yang belum teruji sepenuhnya.

Bagikan: Facebook X WhatsApp