Wednesday, 5 August 2026
BREAKING
Lifestyle

Diet Tak Berhasil? Ahli Gizi Ungkap Pentingnya Protein dan Serat untuk Turunkan Berat Badan

Oleh Destian August 5, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Banyak orang yang mengalami kesulitan menurunkan berat badan meskipun telah menjalankan diet ketat. Fenomena ini seringkali membuat frustrasi, namun ahli gizi mengingatkan bahwa masalahnya bisa jadi terletak pada asupan nutrisi yang kurang tepat. Kurangnya konsumsi protein dan serat disebut sebagai salah satu penyebab utama mengapa tubuh sulit membakar lemak dan merasa kenyang lebih lama.

Menurut Dr. Sarah Schenker, seorang ahli gizi terdaftar di Inggris, protein memegang peranan krusial dalam proses penurunan berat badan. Protein tidak hanya membantu membangun dan memperbaiki jaringan tubuh, tetapi juga memiliki efek termal yang lebih tinggi dibandingkan karbohidrat dan lemak, artinya tubuh membakar lebih banyak kalori untuk mencernanya. Selain itu, protein dapat meningkatkan rasa kenyang, yang secara signifikan mengurangi keinginan untuk ngemil makanan tidak sehat.

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Obesity Reviews pada tahun 2015 menunjukkan bahwa diet tinggi protein dapat meningkatkan rasa kenyang dan termogenesis, serta membantu mempertahankan massa otot selama penurunan berat badan. Studi tersebut melibatkan meta-analisis dari beberapa penelitian, menyimpulkan bahwa peningkatan asupan protein secara konsisten berkontribusi pada penurunan berat badan yang lebih efektif.

Selain protein, serat juga menjadi komponen penting yang sering terabaikan dalam program diet. Serat, yang banyak ditemukan dalam buah-buahan, sayuran, biji-bijian utuh, dan kacang-kacangan, bekerja dengan cara menyerap air dan membentuk gel di dalam saluran pencernaan. Proses ini memperlambat pengosongan lambung, membuat seseorang merasa kenyang lebih lama dan mengurangi asupan kalori secara keseluruhan.

Dr. Schenker menambahkan bahwa serat juga berperan dalam menjaga kesehatan mikrobioma usus, yang semakin banyak dikaitkan dengan kontrol berat badan. Usus yang sehat dengan keseimbangan bakteri yang baik dapat membantu regulasi metabolisme dan nafsu makan.

Sebagai contoh konkret, seorang individu yang melakukan diet rendah karbohidrat namun tidak memperhatikan asupan proteinnya, mungkin akan merasa lapar lebih cepat dan tergoda untuk mengonsumsi makanan tinggi kalori. Demikian pula, diet yang membatasi asupan serat akan menyebabkan rasa kenyang yang lebih singkat dan potensi peningkatan keinginan makan.

Ahli gizi menyarankan untuk memprioritaskan sumber protein tanpa lemak seperti dada ayam tanpa kulit, ikan, telur, tahu, tempe, dan kacang-kacangan. Untuk serat, konsumsi beragam sayuran hijau, buah-buahan beri, apel, pir, oatmeal, dan quinoa sangat dianjurkan. Perbandingan makronutrien yang seimbang antara protein, serat, dan lemak sehat menjadi kunci keberhasilan diet jangka panjang.

Organisasi kesehatan seperti World Health Organization (WHO) juga menekankan pentingnya pola makan seimbang yang kaya akan serat dan protein dalam rekomendasi diet sehat mereka untuk pencegahan obesitas dan penyakit terkait. Peningkatan kesadaran akan peran nutrisi spesifik ini diharapkan dapat membantu masyarakat mencapai tujuan penurunan berat badan mereka dengan lebih efektif dan berkelanjutan.

Para ahli terus mendorong edukasi lebih lanjut mengenai komposisi makanan yang tepat untuk diet. Diskusi mengenai pedoman asupan protein dan serat yang direkomendasikan oleh badan kesehatan nasional dan internasional akan terus menjadi agenda penting dalam upaya penanganan masalah obesitas global.

Bagikan: Facebook X WhatsApp