Mengonsumsi suplemen vitamin memang lazim dilakukan untuk menunjang kesehatan. Namun, tidak semua vitamin dapat diserap tubuh secara optimal jika dikonsumsi bersamaan. Ahli kesehatan mengingatkan, terdapat lima kombinasi vitamin yang sebaiknya dihindari karena dapat mengganggu penyerapan nutrisi dan bahkan menimbulkan efek samping yang tidak diinginkan.
Kesalahan dalam mengombinasikan vitamin dapat mengurangi efektivitasnya dalam tubuh. Sebuah artikel yang diterbitkan oleh CNN Indonesia pada 31 Juli 2026 menyoroti beberapa kombinasi yang perlu diwaspadai. Pemahaman mengenai interaksi antar vitamin ini penting agar manfaat suplemen dapat dirasakan secara maksimal.
Salah satu kombinasi yang perlu dihindari adalah vitamin larut lemak, seperti vitamin A, D, E, dan K, dengan suplemen kaya serat. Serat yang tinggi dapat mengikat vitamin larut lemak di saluran pencernaan, sehingga mengurangi jumlah yang dapat diserap oleh tubuh. Ahli gizi Sarah Shenker, seperti dikutip dalam berbagai sumber kesehatan, menyarankan agar konsumsi suplemen vitamin larut lemak diberikan jeda waktu dengan makanan tinggi serat.
Kombinasi lain yang juga perlu diwaspadai adalah zat besi dan kalsium. Kalsium diketahui dapat menghambat penyerapan zat besi. Oleh karena itu, jika Anda sedang menjalani terapi penambahan zat besi, sebaiknya hindari mengonsumsi suplemen kalsium atau produk olahan susu dalam waktu yang bersamaan. Jeda waktu beberapa jam direkomendasikan untuk memaksimalkan penyerapan kedua mineral penting ini.
Interaksi antara vitamin C dan vitamin B12 juga menjadi perhatian. Meskipun vitamin C bermanfaat untuk penyerapan zat besi, ia dapat merusak vitamin B12 jika dikonsumsi bersamaan dalam dosis tinggi. Vitamin B12 sendiri sangat penting untuk fungsi saraf dan pembentukan sel darah merah. Para ahli menyarankan untuk memisahkan waktu konsumsi kedua vitamin ini.
Selain itu, kombinasi vitamin E dan vitamin K juga perlu diwaspadai. Vitamin E, sebagai antioksidan, dapat mengganggu kerja vitamin K yang berperan dalam pembekuan darah. Bagi individu yang sedang mengonsumsi obat pengencer darah, interaksi ini bisa berpotensi menimbulkan risiko. Konsultasi dengan dokter atau apoteker sangat disarankan dalam kasus ini.
Terakhir, kombinasi suplemen multivitamin dengan jenis suplemen lain secara sembarangan juga dapat menimbulkan masalah. Misalnya, beberapa mineral seperti seng (zinc) dan tembaga (copper) dapat saling bersaing untuk diserap oleh tubuh jika dikonsumsi dalam dosis tinggi bersamaan. Hal ini dapat menyebabkan defisiensi salah satu mineral tersebut. Penting untuk membaca label produk dan, jika perlu, berkonsultasi dengan profesional kesehatan.
Para ahli kesehatan menekankan pentingnya membaca label kemasan suplemen dan berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi sebelum memulai rejimen suplemen vitamin baru. Pemahaman interaksi antar nutrisi akan memastikan bahwa tubuh mendapatkan manfaat optimal dari setiap suplemen yang dikonsumsi.
