Sebuah studi terbaru yang menganalisis data dari jutaan orang di Amerika Serikat menemukan bahwa aktivitas fisik tertentu dapat secara signifikan meningkatkan harapan hidup, bahkan hingga lima tahun. Temuan ini menyoroti pentingnya memasukkan jenis olahraga spesifik ke dalam rutinitas harian untuk kesehatan jangka panjang.
Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal PLOS Medicine ini mengidentifikasi bahwa olahraga yang melibatkan aktivitas aerobik, seperti berlari, bersepeda, dan berenang, memberikan manfaat terbesar dalam memperpanjang usia. Para peneliti dari University of Cambridge dan National Cancer Institute menganalisis data kesehatan dari lebih dari 8.500 partisipan. Mereka menemukan bahwa individu yang melakukan aktivitas fisik dengan intensitas sedang hingga tinggi secara teratur memiliki risiko kematian lebih rendah secara keseluruhan dibandingkan dengan mereka yang tidak aktif.
Lebih lanjut, studi tersebut mengindikasikan bahwa manfaat ini berlaku untuk berbagai penyebab kematian, termasuk penyakit jantung, kanker, dan penyakit pernapasan kronis. Dikatakan bahwa melakukan aktivitas fisik setidaknya 75 menit per minggu dengan intensitas sedang, atau 25 menit per minggu dengan intensitas tinggi, dapat memberikan dampak positif yang substansial terhadap harapan hidup.
Dr. Soren Brage, salah satu penulis studi dari University of Cambridge, menjelaskan dalam siaran pers bahwa temuan ini memberikan bukti kuat mengenai manfaat kesehatan dari olahraga yang teratur. “Bahkan dengan jumlah aktivitas fisik yang relatif sedikit, seperti 75 menit per minggu, kami melihat pengurangan risiko kematian yang signifikan,” ujar Dr. Brage, sebagaimana dikutip oleh BBC News. Ia menambahkan bahwa manfaat ini dapat mencapai hingga dua hingga tiga tahun lebih lama untuk mereka yang aktif secara moderat.
Namun, potensi perpanjangan harapan hidup hingga lima tahun lebih spesifik terkait dengan tingkat aktivitas yang lebih tinggi. Sebuah analisis terpisah yang diterbitkan oleh The Guardian merujuk pada studi serupa yang menunjukkan bahwa orang yang paling aktif secara fisik dapat hidup rata-rata lima tahun lebih lama dibandingkan dengan individu yang paling tidak aktif. Tingkat aktivitas ini seringkali melibatkan kombinasi latihan kardiovaskular dan latihan kekuatan.
Data dari studi ini juga menegaskan bahwa tidak ada batasan atas untuk manfaat olahraga. Artinya, semakin aktif seseorang, semakin besar pula potensi peningkatan harapan hidupnya. Meskipun demikian, para ahli menekankan pentingnya memulai dan mempertahankan rutinitas olahraga yang konsisten, terlepas dari tingkat kebugaran awal seseorang.
Penting untuk dicatat bahwa studi ini bersifat observasional, yang berarti studi ini mengamati hubungan antara aktivitas fisik dan harapan hidup, tetapi tidak dapat secara pasti membuktikan hubungan sebab-akibat. Namun, konsistensi temuan dengan penelitian sebelumnya memberikan bobot tambahan pada kesimpulan yang dihasilkan.
Pemerintah dan organisasi kesehatan global terus mendorong masyarakat untuk mengadopsi gaya hidup aktif. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan orang dewasa untuk melakukan setidaknya 150-300 menit aktivitas fisik aerobik intensitas sedang per minggu, atau 75-150 menit aktivitas fisik aerobik intensitas tinggi per minggu, atau kombinasi keduanya. Rekomendasi ini sejalan dengan hasil studi terbaru yang memberikan dorongan motivasi tambahan bagi banyak orang untuk mulai bergerak.
