Monday, 3 August 2026
BREAKING
Lifestyle

Mitos atau Fakta: Benarkah Penderita Mata Minus Tinggi Dilarang Angkat Beban?

Oleh Destian August 3, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Kekhawatiran bahwa penderita mata minus tinggi tidak boleh melakukan aktivitas fisik berat seperti angkat beban masih banyak beredar di masyarakat. Namun, apakah klaim ini didukung oleh bukti medis yang kuat? Berdasarkan penelusuran dari berbagai sumber terpercaya, larangan mutlak tersebut tampaknya merupakan sebuah kesalahpahaman.

Menurut dr. Irawan Satya Pratama, Sp.M dari Rumah Sakit Pondok Indah, dalam kutipannya di CNN Indonesia, aktivitas angkat beban justru bisa bermanfaat bagi penderita mata minus. Ia menjelaskan bahwa olahraga yang melibatkan kontraksi otot, termasuk angkat beban, dapat membantu meningkatkan sirkulasi darah ke seluruh tubuh, termasuk ke mata. Peningkatan aliran darah ini berpotensi memberikan nutrisi yang lebih baik bagi jaringan mata dan bahkan dapat membantu memperlambat perkembangan minus.

Hal senada diungkapkan oleh beberapa ahli mata lainnya yang menekankan bahwa yang terpenting adalah bagaimana cara melakukan angkat beban tersebut. Kuncinya adalah menghindari peningkatan tekanan intraokular (tekanan di dalam bola mata) yang berlebihan. Peningkatan tekanan ini umumnya terjadi saat menahan napas terlalu kuat atau mengejan secara berlebihan saat mengangkat beban yang sangat berat.

β€œSaat mengangkat beban, penting untuk bernapas secara teratur. Hindari menahan napas. Bernapaslah saat mengangkat beban dan buang napas saat menurunkan beban,” ujar seorang dokter spesialis mata yang tidak disebutkan namanya dalam sebuah artikel kesehatan daring. Teknik pernapasan yang benar ini sangat krusial untuk mencegah lonjakan tekanan di dalam mata.

Kekhawatiran tentang mata minus tinggi dan angkat beban seringkali dikaitkan dengan risiko ablasi retina (keterlepasannya lapisan retina dari dinding bola mata). Namun, penelitian terbaru dan pandangan medis modern menunjukkan bahwa risiko ini lebih berkaitan dengan kondisi struktural mata itu sendiri, seperti degenerasi retina perifer, daripada aktivitas angkat beban semata. Penderita dengan kondisi retina yang lemah memang perlu berhati-hati, namun ini bukan berarti larangan total untuk berolahraga.

Organisasi kesehatan mata internasional, seperti American Academy of Ophthalmology, tidak mengeluarkan rekomendasi umum yang melarang penderita rabun jauh untuk melakukan olahraga angkat beban. Mereka lebih menekankan pada pentingnya pemeriksaan mata rutin untuk memantau kesehatan retina dan konsultasi dengan dokter mata sebelum memulai program latihan yang intensif.

Dokter mata menyarankan agar penderita mata minus, terutama yang memiliki minus tinggi (di atas -6 dioptri) atau disertai kondisi lain seperti astigmatisme tinggi atau riwayat masalah retina, untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter spesialis mata. Dokter akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi mata dan memberikan rekomendasi latihan yang aman serta tepat.

Oleh karena itu, kesimpulan bahwa mata minus tinggi mutlak tidak boleh angkat beban adalah sebuah mitos. Dengan teknik yang benar, pemantauan kondisi mata, dan saran medis yang tepat, penderita mata minus tetap dapat menikmati manfaat dari latihan angkat beban untuk kesehatan tubuh secara keseluruhan, termasuk kesehatan mata.

Bagikan: Facebook X WhatsApp