Sebuah tren berbahaya tengah menjadi sorotan publik di China, di mana sejumlah individu terlihat mengendarai motor balap dengan kecepatan tinggi di jalan raya demi merekam video sinematik. Aksi nekat ini, yang banyak beredar di platform media sosial, menimbulkan kekhawatiran serius terkait keselamatan lalu lintas dan potensi kecelakaan.
Fenomena ini menjadi viral setelah berbagai rekaman video memperlihatkan pengendara motor yang menggunakan motor sport performa tinggi, seringkali dalam kondisi lalu lintas yang ramai, untuk menciptakan adegan yang dramatis. Video-video tersebut menampilkan manuver berisiko, kecepatan ekstrem, dan pengambilan gambar yang dilakukan dari berbagai sudut, termasuk menggunakan drone.
Sumber-sumber berita di China, seperti yang dilaporkan oleh media lokal, menunjukkan bahwa para pembuat konten ini seringkali menargetkan jalan-jalan umum yang bukan sirkuit balap resmi. Tujuannya adalah untuk menghasilkan konten yang menarik secara visual dan emosional, yang kemudian dibagikan di platform seperti Douyin (TikTok versi China) dan Bilibili.
Pihak berwenang di China dilaporkan mulai menaruh perhatian serius terhadap tren ini. Departemen Kepolisian Lalu Lintas di beberapa kota besar, termasuk Beijing dan Shanghai, telah mengeluarkan peringatan publik dan mengintensifkan patroli untuk mencegah serta menindak perilaku berbahaya di jalan raya. Media pemerintah seperti CCTV telah menyoroti bahaya yang ditimbulkan oleh aksi ini, menekankan bahwa jalan raya bukanlah arena untuk uji coba kecepatan atau pembuatan konten semacam itu.
Meskipun motif di balik aksi ini adalah pencarian popularitas dan monetisasi konten di media sosial, para ahli keselamatan jalan raya menggarisbawahi bahwa konsekuensinya bisa sangat fatal. Pengendara motor balap, dengan kecepatan yang jauh melebihi batas normal jalan raya, memiliki waktu reaksi yang sangat terbatas terhadap perubahan mendadak, seperti kendaraan lain yang mengerem, pejalan kaki menyeberang, atau kondisi jalan yang tidak terduga.
Terdapat laporan yang menyebutkan bahwa beberapa video viral tersebut dibuat di area perkotaan dengan kepadatan lalu lintas yang tinggi, yang semakin memperbesar risiko terjadinya kecelakaan. Penggunaan kamera yang terpasang di helm atau bahkan dipegang oleh penumpang di belakang menambah potensi gangguan konsentrasi pengendara utama.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tidak meniru perilaku tersebut dan mengingatkan bahwa pelanggaran lalu lintas yang membahayakan keselamatan publik dapat dikenakan sanksi pidana dan denda yang berat. Kampanye kesadaran publik mengenai keselamatan berkendara pun terus digalakkan untuk meredam tren berbahaya ini.
Ke depannya, upaya penegakan hukum yang lebih tegas dan kampanye edukasi yang masif akan menjadi kunci untuk mengatasi masalah ini. Pihak berwenang diharapkan terus memantau aktivitas di media sosial untuk mengidentifikasi dan menindak pelaku, serta mendorong platform digital untuk berperan aktif dalam menyaring dan menghapus konten yang mempromosikan tindakan berbahaya.
