Friday, 21 August 2026
BREAKING
Berita

Waspada! Modus Penipuan Baru: Telepon ‘Salam Tempel’ dari Nomor Tak Dikenal, Jangan Balas Panggilan Masuk!

Oleh Ishak August 21, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Masyarakat diimbau untuk berhati-hati terhadap panggilan tak terjawab (missed call) dari nomor telepon tak dikenal yang belakangan marak dilaporkan. Modus penipuan baru ini diduga memanfaatkan rasa penasaran korban dengan menyasar nomor-nomor yang tidak teridentifikasi, yang kemudian berpotensi mengarah pada kerugian finansial atau penyalahgunaan data pribadi. Para ahli keamanan siber mengingatkan agar tidak membalas panggilan tersebut untuk menghindari potensi jebakan.

Fenomena ini mulai menjadi perhatian publik setelah banyaknya keluhan dan peringatan yang beredar di media sosial dan forum daring. Pengguna melaporkan menerima panggilan singkat dari nomor-nomor yang tidak dikenal, seringkali tanpa identitas jelas, yang kemudian menghilang begitu saja, meninggalkan panggilan tak terjawab. Tujuannya diduga kuat adalah untuk memancing korban agar menghubungi balik nomor tersebut.

Menurut sejumlah laporan, nomor-nomor yang digunakan dalam modus ini seringkali berasal dari luar negeri atau menggunakan kode area yang tidak umum. Beberapa pengguna bahkan menduga bahwa ini adalah taktik baru dari para pelaku penipuan yang dikenal sebagai ‘vishing’ (voice phishing) atau ‘wangiri’ (satu dering) fraud, yang bertujuan untuk memancing korban menelepon balik ke nomor premium yang tarifnya sangat mahal.

Praktik ‘wangiri’ sendiri bukanlah hal baru di Indonesia, namun polanya terus berkembang. Modus klasik dari penipuan ini adalah menelepon nomor korban sekali saja, kemudian memutusnya. Ketika korban penasaran dan membalas panggilan tersebut, pulsa atau tagihan telepon korban akan terkuras secara drastis karena nomor yang ditelepon balik terhubung ke jaringan internasional dengan tarif selangit.

Pakar keamanan siber, Alfons Tanujaya, dalam beberapa kesempatan selalu mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap panggilan dari nomor asing. Ia menyarankan agar masyarakat tidak terpancing untuk membalas panggilan yang mencurigakan, terutama jika nomor tersebut tidak terdaftar dalam kontak atau berasal dari kode negara yang tidak dikenal. “Jangan pernah mengangkat atau membalas panggilan dari nomor yang tidak dikenal, apalagi jika itu berasal dari luar negeri atau kode area yang aneh,” ujar Alfons.

Selain potensi kerugian finansial langsung, para ahli juga memperingatkan kemungkinan penyalahgunaan data pribadi jika korban terlanjur berinteraksi dengan pelaku. Data seperti nomor telepon, lokasi, atau bahkan informasi pribadi lainnya bisa saja dieksploitasi untuk tujuan penipuan lebih lanjut atau kejahatan siber lainnya.

Pihak berwenang seperti Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) serta operator telekomunikasi terus berupaya memblokir nomor-nomor yang terindikasi melakukan aktivitas penipuan. Namun, pelaku seringkali cepat berganti taktik dan nomor, sehingga partisipasi aktif masyarakat dalam melaporkan dan meningkatkan kewaspadaan menjadi kunci utama pencegahan.

Untuk melindungi diri, disarankan untuk mengaktifkan fitur pemblokiran panggilan pada ponsel jika memungkinkan, atau menggunakan aplikasi pihak ketiga yang dapat mengidentifikasi dan memblokir nomor spam atau penipuan. Selalu periksa kode negara sebelum mengangkat panggilan internasional, dan utamakan keselamatan data serta finansial Anda dengan tidak mudah percaya pada panggilan tak dikenal.

Masyarakat diharapkan terus meningkatkan literasi digital dan keamanan siber agar tidak menjadi korban dari berbagai modus penipuan yang semakin canggih. Laporan dari pengguna menjadi sumber informasi penting bagi regulator dan operator telekomunikasi untuk mengambil tindakan preventif dan represif.

Bagikan: Facebook X WhatsApp