Thursday, 27 August 2026
BREAKING
Berita

Wakil Ketua DPR Dasco Angkat Bicara: Nasib 172.323 Guru Honorer Diperjuangkan Menuju 2027

Oleh Ishak August 27, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Sufmi Dasco Ahmad, dilaporkan telah turun tangan secara langsung untuk mengurusi nasib ratusan ribu guru honorer yang terancam statusnya pada tahun 2027. Perhatian dari petinggi legislatif ini diharapkan dapat memberikan kejelasan dan solusi bagi sekitar 172.323 guru honorer yang pengabdiannya selama ini belum mendapatkan pengakuan status kepegawaian yang setara.

Isu mengenai status kepegawaian guru honorer memang telah menjadi perhatian publik dan pemerintah selama bertahun-tahun. Banyak dari mereka yang telah mengabdi tanpa kepastian status, penghasilan yang layak, serta tunjangan yang memadai, sementara peran mereka sangat krusial dalam dunia pendidikan Indonesia.

Langkah Dasco Ahmad ini muncul sebagai respons terhadap potensi kekosongan dan ketidakpastian yang akan dihadapi oleh para guru honorer seiring dengan target-target reformasi birokrasi dan kepegawaian yang terus berjalan. Keterlibatan pimpinan DPR dinilai sebagai sinyal kuat bahwa aspirasi para guru honorer akan diperjuangkan di tingkat tertinggi.

Berdasarkan informasi yang beredar, angka 172.323 guru honorer ini merujuk pada data yang teridentifikasi dan membutuhkan perhatian khusus. Pemerintah, melalui Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) serta Badan Kepegawaian Negara (BKN), terus berupaya mencari solusi permanen, termasuk melalui seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Tantangan utama dalam penyelesaian masalah guru honorer terletak pada kompleksitas data, ketersediaan formasi, serta anggaran yang dibutuhkan. Berbagai skema pengangkatan dan afirmasi terus dikaji untuk memastikan bahwa para guru yang telah lama mengabdi tidak terpinggirkan dalam sistem kepegawaian negara.

Meskipun target 2027 disebut-sebut sebagai titik krusial, belum ada kepastian mengenai bentuk afirmasi atau kebijakan spesifik yang akan diterapkan. Namun, intervensi dari tokoh seperti Dasco Ahmad memberikan harapan bahwa dialog antara pemerintah, legislatif, dan perwakilan guru honorer akan semakin intensif.

Perjuangan untuk menata nasib guru honorer ini bukan hanya sekadar urusan administrasi kepegawaian, melainkan juga menyangkut kualitas pendidikan di daerah-daerah terpencil yang seringkali sangat bergantung pada keberadaan guru honorer. Memberikan kepastian status bagi mereka diharapkan akan berdampak positif pada motivasi mengajar dan stabilitas tenaga pendidik.

Ke depan, publik akan terus memantau perkembangan kebijakan yang akan diambil untuk menyelesaikan isu krusial ini. Komitmen dari berbagai pihak, termasuk pemerintah dan wakil rakyat, akan sangat menentukan apakah 172.323 guru honorer tersebut dapat memperoleh kepastian dan penghargaan yang layak atas dedikasinya dalam mencerdaskan bangsa.

Bagikan: Facebook X WhatsApp