Thursday, 27 August 2026
BREAKING
Teknologi

Tepung Singkong: Solusi Inovatif Pemadam Karhutla yang Dikaji Pemerintah

Oleh Achmad August 27, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Presiden terpilih Prabowo Subianto mengemukakan gagasan pemanfaatan tepung singkong sebagai bahan pemadam kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Inisiatif ini memunculkan pertanyaan mengenai efektivitasnya dalam memadamkan api yang kerap melanda berbagai wilayah di Indonesia, terutama saat musim kemarau.

Menurut Prabowo, tepung singkong memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi agen pemadam karhutla yang efektif. Gagasan ini diungkapkannya pada acara Peringatan Hari Lahir Pancasila di Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jakarta Timur, pada 1 Juni 2024. Ia menyatakan, “Kita sedang kaji, apakah tepung ubi atau singkong itu bisa menjadi alat pemadam kebakaran hutan dan lahan.” Pernyataan ini menggarisbawahi upaya pemerintah untuk mencari solusi alternatif dan inovatif dalam penanggulangan bencana alam.

Lebih lanjut, Prabowo menjelaskan bahwa konsep penggunaan tepung singkong ini masih dalam tahap kajian mendalam. Ia menekankan pentingnya penelitian dan pengembangan lebih lanjut untuk memastikan bahwa metode ini benar-benar mampu memberikan hasil yang optimal dalam memadamkan api. “Kita harus uji coba, kita harus teliti, kita harus lihat,” ujarnya, menegaskan pendekatan yang hati-hati dan berbasis ilmiah dalam mengimplementasikan gagasan baru ini.

Pemerintah, melalui berbagai kementerian dan lembaga terkait, diharapkan akan melakukan serangkaian uji coba dan penelitian untuk memverifikasi klaim efektivitas tepung singkong sebagai pemadam karhutla. Proses ini penting untuk menentukan apakah tepung singkong dapat menjadi solusi yang layak dan berkelanjutan dibandingkan dengan metode pemadaman yang sudah ada.

Prospek penggunaan tepung singkong sebagai pemadam karhutla ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk mengurangi ketergantungan pada bahan kimia atau metode konvensional yang mungkin memiliki dampak lingkungan atau biaya yang lebih tinggi. Jika terbukti efektif, inovasi ini dapat menjadi terobosan penting dalam strategi penanggulangan karhutla di Indonesia, sekaligus memberikan nilai tambah bagi komoditas pertanian lokal seperti singkong.

Bagikan: Facebook X WhatsApp