Vietnam bertekad tak mengulangi kesalahan yang sama seperti saat menghadapi Indonesia di Piala AFF 2020. Kini, kedua tim kembali bersua dalam persaingan ketat memperebutkan tiket ke Piala Asia 2026, yang puncaknya akan tersaji di Grup A.
Pelatih Tim Nasional Vietnam, Philippe Troussier, secara tegas menyatakan bahwa timnya harus belajar dari pengalaman pahit di ajang Piala AFF 2020. Saat itu, Vietnam harus mengakui keunggulan Indonesia, sebuah kekalahan yang ingin mereka hindari terulang kembali dalam duel krusial di Kualifikasi Piala Asia 2026.
βKami harus belajar dari kesalahan di Piala AFF 2020. Kami tidak boleh lagi memberikan kesempatan kepada Indonesia seperti yang terjadi di masa lalu,β ujar Troussier dalam sebuah pernyataan yang dilansir dari media Vietnam, Zing News. Pernyataan ini menggarisbawahi keseriusan Vietnam dalam menghadapi Indonesia kali ini.
Pertemuan kedua tim di Kualifikasi Piala Asia 2026 mendatang diprediksi akan berlangsung sengit. Keduanya tergabung dalam Grup A bersama dengan Irak dan Filipina. Persaingan di grup ini dipastikan akan memanas, mengingat ambisi masing-masing tim untuk lolos ke putaran final.
Pada Piala AFF 2020 lalu, Vietnam yang saat itu berstatus juara bertahan, secara mengejutkan takluk dari Indonesia. Hasil imbang 0-0 di leg pertama mampu dibalas dengan kekalahan telak 0-4 di leg kedua. Kekalahan tersebut menjadi pukulan telak bagi The Golden Stars dan menjadi pelajaran berharga yang kini ingin mereka jadikan bekal.
Troussier menambahkan bahwa ia telah menganalisis kekuatan dan kelemahan Indonesia secara mendalam. Ia juga menekankan pentingnya persiapan matang dan fokus penuh dari para pemainnya agar tidak tergelincir lagi. βSetiap pertandingan adalah final bagi kami. Kami akan berjuang keras untuk meraih hasil terbaik,β tegasnya.
Kualifikasi Piala Asia 2026 sendiri dijadwalkan akan dimulai pada November 2023 dan akan berlangsung hingga Maret 2025. Dua tim teratas dari masing-masing grup akan berhak lolos ke putaran final yang akan diselenggarakan di Arab Saudi.
