Wednesday, 2 September 2026
BREAKING
Berita

Uji Coba Tabung CNG 3 Kg Capai Tahap Akhir, Kota Percontohan Segera Ditentukan

Oleh Ishak September 2, 2026 46 minutes lalu 0 komentar

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Pusat Riset Teknologi Konversi dan Penyimpanan Energi (PRTKPE) Lemigas tengah melakukan uji coba intensif terhadap tabung Compressed Natural Gas (CNG) berkapasitas 3 kilogram. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memperluas penggunaan bahan bakar gas yang lebih ramah lingkungan dan ekonomis, dengan rencana penentuan kota percontohan dalam waktu dekat.

Uji coba yang dilakukan oleh Lemigas ini mencakup berbagai aspek teknis dan keamanan tabung CNG 3 kg. Tujuannya adalah untuk memastikan tabung tersebut memenuhi standar keselamatan yang ketat sebelum dapat didistribusikan secara luas kepada masyarakat. Skala uji coba ini menjadi krusial mengingat potensi besar penggunaan CNG sebagai alternatif bahan bakar yang lebih bersih dibandingkan LPG.

Pemerintah, melalui berbagai kementerian dan lembaga terkait, terus mendorong transisi energi ke arah yang lebih hijau. Penggunaan CNG menjadi salah satu prioritas karena ketersediaan sumber daya alam gas bumi di Indonesia yang melimpah. Selain itu, harga CNG yang cenderung lebih stabil dan terjangkau dibandingkan LPG juga menjadi daya tarik tersendiri bagi konsumen.

Kepala PRTKPE Lemigas, Dr. Ir. R. Hendra Pramudya, M.T., dalam beberapa kesempatan sebelumnya, menekankan pentingnya riset dan pengembangan dalam setiap tahapan implementasi teknologi baru. Ia menyatakan bahwa uji coba ini sangat komprehensif, melibatkan pengujian material, ketahanan tekanan, dan simulasi penggunaan di berbagai kondisi.

Jika uji coba ini berhasil dan dinyatakan lulus semua standar, Lemigas bersama dengan mitra strategis lainnya akan segera mengumumkan beberapa kota yang akan menjadi lokasi percontohan penggunaan tabung CNG 3 kg. Pemilihan kota percontohan ini diharapkan dapat menjadi tolok ukur keberhasilan sebelum program diperluas ke skala nasional.

Potensi dampak dari program ini sangat signifikan. Selain berkontribusi pada penurunan emisi gas rumah kaca, penggunaan CNG juga diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada impor LPG yang selama ini membebani neraca perdagangan Indonesia. Masyarakat pun berpotensi merasakan manfaat ekonomi melalui selisih harga yang lebih kompetitif.

Selain aspek teknis dan ekonomi, sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai penggunaan CNG yang aman dan efisien juga menjadi catatan penting. Infrastruktur pendukung seperti stasiun pengisian CNG (SPBG) mini atau titik distribusi yang mudah dijangkau juga akan menjadi pertimbangan dalam pemilihan kota percontohan.

Pemerintah optimis bahwa langkah ini akan mempercepat adopsi energi bersih di sektor rumah tangga. Keberhasilan uji coba dan implementasi di kota percontohan akan menjadi penentu langkah selanjutnya dalam mewujudkan kemandirian energi nasional yang lebih berkelanjutan.

Bagikan: Facebook X WhatsApp