Tuesday, 11 August 2026
BREAKING
Lifestyle

Turis China Tegur Keras Usai Motornya Melindas Situs Batu Purba di Bali

Oleh Destian August 11, 2026 48 minutes lalu 0 komentar

Seorang turis asal China mendapat teguran keras dari pihak berwenang setelah kedapatan mengendarai sepeda motor di atas situs batu purba yang berlokasi di Bali. Insiden ini memicu kemarahan publik dan keprihatinan terhadap pelestarian cagar budaya di Pulau Dewata.

Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu, 10 Agustus 2024, di situs purbakala Sangeh, Kabupaten Badung, Bali. Video yang merekam aksi turis tersebut viral di media sosial, memperlihatkan seorang pria menggunakan motor matic melintas di atas batu-batu yang diyakini memiliki nilai sejarah dan arkeologis tinggi.

Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, I Gede Arya Sugiartha, membenarkan adanya insiden tersebut dan menyatakan penyesalannya. Ia menegaskan bahwa situs purbakala merupakan bagian dari warisan budaya yang harus dijaga kelestariannya dan tidak boleh dirusak atau dilalui oleh kendaraan bermotor.

Menyusul viralnya video tersebut, pihak kepolisian dan dinas terkait segera bergerak untuk mengidentifikasi pelaku. Turis yang bersangkutan berhasil ditemukan dan dimintai keterangan. Ia dilaporkan telah menyampaikan permintaan maaf atas tindakannya yang tidak disengaja tersebut.

Menurut informasi yang dihimpun dari berbagai sumber, turis tersebut mengaku tidak menyadari bahwa area tersebut adalah situs bersejarah yang dilindungi. Ia mengira bahwa jalan tersebut merupakan akses umum yang bisa dilalui oleh kendaraan.

Pihak berwenang Bali, melalui Dinas Kebudayaan dan instansi terkait, memberikan teguran tegas kepada turis tersebut. Selain permintaan maaf, turis tersebut juga dikenakan sanksi berupa kewajiban untuk mengikuti edukasi mengenai pentingnya menjaga cagar budaya dan sejarah lokal Bali.

Insiden ini kembali menyoroti pentingnya kesadaran wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, terhadap aturan dan norma yang berlaku di tempat-tempat bersejarah dan situs budaya di Indonesia. Pihak pengelola pariwisata dan cagar budaya diharapkan dapat terus meningkatkan sosialisasi dan pengawasan untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali.

Pihak Dinas Kebudayaan Provinsi Bali berencana untuk mengevaluasi kembali sistem penandaan dan pagar pembatas di situs-situs purbakala untuk memperkuat perlindungan. Upaya ini diharapkan dapat meminimalisir risiko kerusakan akibat ketidaksengajaan atau kelalaian pengunjung.

Bagikan: Facebook X WhatsApp