Tuesday, 25 August 2026
BREAKING
Lifestyle

Tren Fitness Travel Meroket: Dari Padel di Spanyol Hingga Maraton di Tokyo

Oleh Destian August 25, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Industri pariwisata global menyaksikan lonjakan tren ‘fitness travel’, di mana para pelancong kini lebih mengutamakan kegiatan fisik dan kesehatan sebagai bagian integral dari liburan mereka. Fenomena ini terlihat dari meningkatnya minat pada aktivitas seperti bermain padel di Spanyol hingga mengikuti ajang lari maraton bergengsi di Tokyo.

Laporan dari berbagai platform pemesanan perjalanan menunjukkan adanya pergeseran preferensi konsumen. Berdasarkan data dari Booking.com, aktivitas yang berhubungan dengan kesehatan dan kebugaran menjadi salah satu kategori yang paling dicari. Hal ini mengindikasikan bahwa pelancong modern tidak hanya ingin bersantai, tetapi juga aktif dalam mengisi waktu liburan mereka dengan kegiatan yang bermanfaat bagi tubuh dan pikiran.

Spanyol, khususnya, telah menjadi destinasi populer bagi para penggemar olahraga padel. Olahraga raket yang menggabungkan elemen tenis dan squash ini semakin digemari di berbagai belahan dunia, dan Spanyol menawarkan banyak lapangan serta komunitas yang aktif. CNN Indonesia melaporkan bagaimana destinasi seperti Marbella dan Barcelona menjadi magnet bagi turis yang ingin mencoba atau meningkatkan kemampuan bermain padel mereka, seringkali dikombinasikan dengan pengalaman kuliner dan budaya lokal.

Di sisi lain, ajang lari maraton internasional terus menarik ribuan peserta dari seluruh dunia. Maraton Tokyo, salah satu dari enam World Marathon Majors, misalnya, bukan hanya menjadi ajang kompetisi atlet profesional, tetapi juga tujuan bagi pelari amatir yang ingin menaklukkan jarak 42,195 kilometer di salah satu kota metropolitan terbesar di dunia. Keikutsertaan dalam maraton ini seringkali menjadi motivasi utama bagi seseorang untuk merencanakan perjalanan ke Jepang, menggabungkan tantangan fisik dengan eksplorasi budaya.

Menurut survei yang dilakukan oleh American Express Travel, hampir separuh responden menyatakan bahwa mereka berencana untuk melakukan perjalanan yang berfokus pada kesehatan dan kebugaran di masa mendatang. Peningkatan ini didorong oleh kesadaran global yang lebih tinggi akan pentingnya menjaga kesehatan fisik dan mental, terutama pasca pandemi COVID-19. Banyak orang kini melihat liburan sebagai kesempatan untuk ‘reset’ gaya hidup.

Tren fitness travel ini juga turut mendorong pengembangan paket wisata yang lebih spesifik. Agen perjalanan dan penyedia akomodasi kini menawarkan berbagai pilihan, mulai dari retret yoga di Bali, pendakian gunung di Nepal, hingga kursus menyelam di Great Barrier Reef. Fleksibilitas dan personalisasi menjadi kunci, memungkinkan pelancong untuk menyesuaikan pengalaman liburan mereka dengan tujuan kebugaran pribadi.

Para pelaku industri pariwisata memprediksi tren ini akan terus berkembang. Dengan semakin banyaknya informasi dan kemudahan akses untuk merencanakan perjalanan yang berfokus pada kesehatan, fitness travel diproyeksikan akan menjadi segmen yang signifikan dalam industri pariwisata global dalam beberapa tahun mendatang. Kalender acara olahraga internasional yang padat, seperti berbagai seri maraton, kompetisi triatlon, dan festival kebugaran, akan terus menjadi daya tarik utama.

Ke depan, perkembangan lebih lanjut akan fokus pada bagaimana destinasi dan penyedia layanan dapat terus berinovasi dalam menawarkan pengalaman fitness travel yang unik dan berkelanjutan, serta bagaimana tren ini akan memengaruhi pola perjalanan jangka panjang.

Bagikan: Facebook X WhatsApp