Sunday, 2 August 2026
BREAKING
Lifestyle

Tren ‘Commute-Friendly Home’ Meningkat: Ini Tiga Keuntungan Utama yang Diburu Konsumen Properti

Oleh Destian August 2, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Kebutuhan akan hunian yang memudahkan akses transportasi publik dan pusat aktivitas perkantoran mendorong meningkatnya minat terhadap konsep ‘commute-friendly home’. Konsep hunian yang berlokasi strategis ini menawarkan sejumlah keuntungan signifikan bagi penghuninya, mulai dari efisiensi waktu hingga potensi penghematan biaya.

Fenomena ini sejalan dengan tren gaya hidup modern yang semakin mengutamakan keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi. Banyak orang kini mencari properti yang tidak hanya nyaman sebagai tempat tinggal, tetapi juga efisien dalam mobilitas sehari-hari. Keterbatasan lahan di perkotaan dan kesadaran akan dampak lingkungan dari penggunaan kendaraan pribadi juga turut memperkuat daya tarik hunian tipe ini.

Salah satu keuntungan utama dari ‘commute-friendly home’ adalah efisiensi waktu yang didapatkan penghuni. Dengan lokasi yang dekat dengan simpul transportasi publik seperti stasiun kereta, halte busway, atau akses jalan tol, waktu tempuh ke tempat kerja atau pusat keramaian dapat dipersingkat secara drastis. Hal ini memungkinkan individu untuk memiliki lebih banyak waktu luang untuk istirahat, hobi, atau berkumpul bersama keluarga.

Menurut data dari Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, peningkatan jumlah penumpang transportasi publik terus terjadi di kota-kota besar di Indonesia. Misalnya, pada tahun 2023, jumlah penumpang TransJakarta tercatat mencapai ratusan juta orang, menunjukkan bahwa mobilitas publik menjadi pilihan utama bagi banyak komuter.

Keuntungan kedua adalah potensi penghematan biaya operasional. Dengan berkurangnya ketergantungan pada kendaraan pribadi, biaya yang dikeluarkan untuk bahan bakar, perawatan kendaraan, parkir, dan bahkan depresiasi kendaraan dapat diminimalisir. Pengguna transportasi publik seringkali dihadapkan pada tarif yang lebih terjangkau, terutama jika dibandingkan dengan total biaya kepemilikan dan operasional mobil.

Selain itu, memilih hunian yang dekat dengan fasilitas transportasi juga seringkali berarti berada di area yang sudah berkembang dengan baik. Ini berarti akses terhadap berbagai fasilitas pendukung seperti pusat perbelanjaan, layanan kesehatan, sekolah, dan area rekreasi juga lebih mudah. Kelengkapan infrastruktur ini menambah nilai tambah bagi sebuah properti.

Keuntungan ketiga yang tidak kalah penting adalah kontribusi terhadap kelestarian lingkungan. Dengan beralih ke transportasi publik atau bahkan berjalan kaki dan bersepeda untuk jarak dekat, emisi karbon yang dihasilkan dapat berkurang secara signifikan. Hal ini sejalan dengan upaya global untuk mengurangi jejak karbon dan memerangi perubahan iklim.

Tren ‘commute-friendly home’ diperkirakan akan terus berkembang seiring dengan semakin banyaknya pengembang properti yang menyadari permintaan pasar. Ke depan, inovasi dalam pengembangan kawasan hunian yang terintegrasi dengan moda transportasi massal dan fasilitas perkotaan akan menjadi kunci utama dalam memenuhi kebutuhan konsumen yang semakin cerdas dan peduli lingkungan.

Bagikan: Facebook X WhatsApp