Tuesday, 25 August 2026
BREAKING
Lifestyle

Sejarah Maulid Nabi dan Tradisinya di Indonesia

Oleh Destian August 25, 2026 2 hours lalu 0 komentar

{
“title”: “Maulid Nabi Muhammad SAW: Jejak Sejarah dan Ragam Tradisi di Nusantara”,
“content”: “

Umat Muslim di seluruh dunia, termasuk di Indonesia, memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW setiap tahunnya untuk mengenang kelahiran junjungan mereka. Perayaan ini tidak hanya menjadi momen refleksi spiritual, tetapi juga sarat dengan sejarah panjang dan ragam tradisi unik yang berkembang di berbagai daerah di Indonesia.

Sejarah peringatan Maulid Nabi sendiri berakar dari masa setelah wafatnya Rasulullah. Tradisi ini mulai berkembang di kalangan umat Islam sebagai bentuk kecintaan dan penghormatan terhadap pribadi Nabi Muhammad SAW. Sebagaimana dilaporkan oleh NU Online, para sahabat dan tabiin secara rutin mengadakan majelis untuk mengenang kisah hidup, ajaran, serta kebaikan Nabi.

Perkembangan lebih lanjut terjadi ketika beberapa penguasa Muslim pada masa lalu turut mendukung penyelenggaraan perayaan Maulid. Salah satu tokoh yang sering disebut berperan penting dalam mempopulerkan peringatan ini adalah Raja Irbil, Abu Sa’id al-Muzhaffar bin Zain al-Din. Ia dikenal sebagai sosok yang sangat antusias dalam mengadakan perayaan Maulid secara besar-besaran pada abad ke-7 Hijriah, yang kemudian diikuti oleh banyak wilayah lain.

Masuknya Islam ke Nusantara turut membawa serta tradisi peringatan Maulid Nabi. Seiring waktu, tradisi ini tidak hanya diadopsi tetapi juga diadaptasi dengan kearifan lokal, menciptakan kekhasan tersendiri di setiap daerah. Hal ini terlihat dari beragam cara masyarakat Indonesia merayakan hari istimewa ini, yang mencerminkan kekayaan budaya bangsa.

Di berbagai wilayah Indonesia, peringatan Maulid Nabi diwarnai dengan berbagai tradisi. Misalnya, di Cirebon, Jawa Barat, terdapat tradisi “Pesta Rakyat” yang melibatkan arak-arakan gunungan hasil bumi dan berbagai hidangan untuk dibagikan kepada masyarakat. Sementara itu, di Solo, Jawa Tengah, tradisi Grebeg Maulud menjadi salah satu momen penting yang menarik perhatian, dengan adanya gunungan yang diarak dari Keraton Surakarta.

Tidak hanya itu, tradisi seperti pembacaan Barzanji (sholawat penggubah syair pujian terhadap Nabi) dan Diba’ (kitab yang berisi pujian dan sejarah Nabi) juga lazim dilakukan di banyak masjid dan pesantren. Di beberapa daerah pesisir, seperti di Makassar, Sulawesi Selatan, tradisi Malam Tujuh Likur yang bertepatan dengan peringatan Maulid juga menjadi ciri khas, di mana masyarakat memasang lampu pelita di sepanjang jalan.

Pemerintah Indonesia sendiri melalui Kementerian Agama secara rutin mengeluarkan imbauan dan panduan pelaksanaan peringatan Maulid Nabi. Hal ini bertujuan agar perayaan tetap berjalan khidmat, tertib, dan sesuai dengan syariat Islam, seraya tetap menghargai keragaman tradisi yang ada. Dalam peringatan beberapa tahun terakhir, fokus seringkali ditekankan pada pesan-pesan persatuan, toleransi, dan semangat berbagi.

Menjelang peringatan Maulid Nabi tahun ini, berbagai lembaga keagamaan dan pemerintah daerah telah mulai merencanakan kegiatan. Jadwal pasti peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW setiap tahunnya mengikuti kalender Hijriah, yang berarti tanggalnya bergeser setiap tahun dalam kalender Masehi. Umat Islam senantiasa menantikan momen ini untuk kembali merefleksikan ajaran Nabi dan mempererat tali persaudaraan.


}

Bagikan: Facebook X WhatsApp