Friday, 4 September 2026
BREAKING
Teknologi

Ratusan Ribu Barel Limbah Radioaktif Dibuang ke Laut, Dampak Jangka Panjang Mengintai

Oleh Achmad September 4, 2026 53 minutes lalu 0 komentar

Samudra Atlantik menjadi lokasi pembuangan lebih dari 200 ribu barel limbah radioaktif selama rentang waktu 40 tahun, tepatnya antara tahun 1950 hingga 1990. Praktik yang kini dianggap berbahaya ini dilakukan oleh sejumlah negara, menimbulkan kekhawatiran akan dampak jangka panjang terhadap ekosistem laut dan potensi penyebarannya.

Data ini terungkap melalui studi yang menyoroti masa lalu kelam penanganan limbah berbahaya. Sebanyak 100 ribu barel limbah radioaktif dibuang ke perairan internasional Samudra Atlantik pada periode 1950-1960. Selanjutnya, antara tahun 1960 hingga 1990, jumlahnya bertambah menjadi sekitar 100 ribu barel lagi yang juga dialirkan ke samudra yang sama. Angka fantastis ini menunjukkan skala besar dari praktik pembuangan limbah yang berpotensi mencemari lingkungan.

Limbah radioaktif yang dibuang tersebut memiliki tingkat radioaktivitas yang bervariasi. Sebagian besar limbah yang tenggelam ke dasar laut diketahui memiliki aktivitas 100 Curie per barel, sementara sebagian kecil lainnya memiliki tingkat aktivitas yang jauh lebih tinggi, mencapai 1.000 Curie per barel. Tingkat radioaktivitas yang tinggi ini tentu saja menimbulkan kekhawatiran serius mengenai keamanan lingkungan laut dalam jangka waktu yang sangat panjang.

Kekhawatiran utama terkait pembuangan limbah radioaktif ke laut adalah potensi kontaminasi yang dapat merusak rantai makanan laut. Partikel radioaktif yang dilepaskan dari barel yang bocor atau terdegradasi dapat diserap oleh organisme laut kecil, kemudian berpindah ke organisme yang lebih besar melalui rantai makanan. Hal ini berpotensi membahayakan kesehatan biota laut dan bahkan manusia yang mengonsumsi ikan atau hasil laut lainnya.

Lebih lanjut, studi ini juga menyoroti adanya limbah radioaktif yang dibuang di luar zona ekonomi eksklusif (ZEE) negara-negara tertentu. Misalnya, sekitar 2.000 barel limbah radioaktif dibuang di lepas pantai Afrika pada tahun 1960-an, termasuk di wilayah Laut Mediterania. Lokasi pembuangan yang tersebar di berbagai titik strategis ini semakin memperluas potensi dampak pencemaran radioaktif.

Meski praktik pembuangan limbah radioaktif ke laut telah dihentikan seiring dengan meningkatnya kesadaran akan bahayanya dan regulasi internasional yang lebih ketat, jejak dari masa lalu tersebut masih menjadi Pekerjaan Rumah (PR) besar bagi dunia. Upaya pemantauan dan mitigasi dampak dari limbah yang telah terlanjur terbuang menjadi krusial untuk mencegah kerusakan lingkungan laut yang lebih parah di masa depan.

Bagikan: Facebook X WhatsApp