Konsep ‘Purwacarita Borobudur’ digadang-gadang menjadi daya tarik baru yang diharapkan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan langsung ke Candi Borobudur. Inisiatif ini berfokus pada penceritaan kisah-kisah yang terkandung dalam relief candi untuk memberikan pengalaman yang lebih mendalam bagi pengunjung.
Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Hilmar Farid, menyatakan bahwa Purwacarita Borobudur merupakan upaya untuk mengembalikan esensi pemaknaan Candi Borobudur sebagai sebuah karya seni dan sejarah yang kaya akan narasi. “Kita ingin Borobudur tidak hanya dilihat sebagai tumpukan batu, tetapi sebagai sebuah cerita yang hidup,” ujar Hilmar dalam sebuah kesempatan.
Purwacarita Borobudur dikembangkan dengan menggabungkan teknologi dan narasi sejarah. Melalui aplikasi digital dan panduan interaktif, wisatawan akan diajak untuk menelusuri setiap panel relief, memahami makna filosofis di baliknya, serta menghubungkannya dengan ajaran Buddha. Pendekatan ini diharapkan dapat menciptakan pengalaman yang lebih personal dan edukatif.
Kepala Unit Pengelola Kawasan Borobudur, Agustinus Triyono, menambahkan bahwa konsep ini juga bertujuan untuk mendiversifikasi pengalaman wisata di Borobudur. Selama ini, kunjungan seringkali terfokus pada keindahan visual candi. Dengan Purwacarita, wisatawan akan didorong untuk lebih aktif terlibat dalam memahami warisan budaya yang ada.
Pengembangan Purwacarita Borobudur melibatkan berbagai pihak, termasuk para ahli sejarah, arkeolog, seniman, serta praktisi teknologi informasi. Kolaborasi ini memastikan bahwa narasi yang disajikan akurat secara historis dan disajikan dalam format yang menarik bagi audiens modern.
Proyek ini juga sejalan dengan upaya pemerintah untuk memajukan sektor pariwisata berbasis budaya di Indonesia. Dengan menonjolkan kekayaan narasi Candi Borobudur, diharapkan dapat menarik segmen wisatawan yang lebih luas, termasuk wisatawan mancanegara yang mencari pengalaman budaya otentik.
Selain aspek narasi dan teknologi, Purwacarita Borobudur juga dirancang untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pelestarian Candi Borobudur sebagai warisan dunia UNESCO. Dengan pemahaman yang lebih mendalam, diharapkan masyarakat akan memiliki rasa kepemilikan dan kepedulian yang lebih besar terhadap situs bersejarah ini.
Pihak pengelola Candi Borobudur tengah merampungkan detail teknis dan konten untuk peluncuran resmi Purwacarita. Rencananya, peluncuran akan dilakukan pada kuartal ketiga tahun 2024, bersamaan dengan upaya promosi yang lebih masif untuk mengenalkan konsep baru ini kepada publik.
