Wednesday, 2 September 2026
BREAKING
Lifestyle

Mengatasi ‘Doomscrolling’: 7 Strategi Ampuh untuk Mengembalikan Produktivitas Anda

Oleh Destian September 2, 2026 60 minutes lalu 0 komentar

Fenomena ‘doomscrolling’, yaitu kebiasaan menelusuri berita negatif secara berlebihan di media sosial dan internet, semakin meresahkan banyak orang. Kebiasaan ini tidak hanya menguras energi mental tetapi juga secara signifikan menurunkan produktivitas harian. Para ahli psikologi dan pakar kesehatan digital menyarankan sejumlah langkah konkret untuk memerangi kecanduan ini dan mengembalikan fokus pada aktivitas yang lebih berarti.

Doomscrolling, yang secara harfiah berarti ‘menggulir berita buruk’, menjadi semakin populer sejak merebaknya pandemi COVID-19 dan diikuti oleh berbagai krisis global lainnya. Paparan terus-menerus terhadap berita-berita yang mengkhawatirkan dapat memicu perasaan cemas, putus asa, dan ketidakberdayaan. Hal ini kemudian berujung pada penurunan motivasi dan kemampuan untuk menyelesaikan tugas-tugas penting, baik di lingkungan profesional maupun personal.

Salah satu strategi pertama yang direkomendasikan adalah menetapkan batasan waktu yang jelas untuk konsumsi berita. Alih-alih membuka media sosial atau situs berita secara sporadis sepanjang hari, tentukan periode waktu spesifik, misalnya 15-30 menit di pagi hari dan sore hari. Jurnalis sains dari The Guardian, Amelia Tait, dalam tulisannya pada 2021, menyoroti pentingnya ‘jeda berita’ untuk kesehatan mental, menyarankan pengguna untuk secara sadar menjauhkan diri dari layar.

Mengaktifkan notifikasi dari sumber berita yang tidak esensial juga menjadi pemicu utama doomscrolling. Mematikan notifikasi dari aplikasi berita atau media sosial, kecuali untuk peringatan darurat yang sangat penting, dapat membantu mengurangi godaan untuk terus-menerus memeriksa pembaruan. Psikolog klinis Dr. Jennifer M. Gunter, dalam berbagai wawancara, kerap menekankan bahwa ‘notifikasi adalah perampok perhatian’.

Mencari sumber informasi yang lebih terpercaya dan seimbang juga menjadi kunci. Alih-alih terpapar pada beragam opini dan berita sensasional di media sosial, fokus pada beberapa sumber berita kredibel yang memiliki reputasi baik dalam pelaporan faktual. Organisasi seperti Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia secara konsisten mengadvokasi pentingnya jurnalisme berkualitas yang mengedepankan verifikasi dan kedalaman.

Mengganti kebiasaan doomscrolling dengan aktivitas positif adalah langkah krusial lainnya. Ini bisa berupa membaca buku, berolahraga, meditasi, atau menghabiskan waktu berkualitas bersama keluarga dan teman. Peneliti dari Universitas Stanford, dalam studi yang dipublikasikan pada jurnal Cyberpsychology, Behavior, and Social Networking, menemukan bahwa interaksi sosial tatap muka memiliki dampak positif yang signifikan terhadap kesejahteraan emosional, berlawanan dengan interaksi daring yang seringkali memicu perbandingan sosial.

Membuat daftar tugas harian atau mingguan yang terstruktur dapat memberikan rasa pencapaian dan mengalihkan fokus dari berita negatif. Ketika seseorang memiliki tujuan yang jelas untuk dicapai, dorongan untuk menelusuri konten negatif cenderung berkurang. Hal ini sejalan dengan prinsip manajemen waktu yang diajarkan oleh para ahli produktivitas seperti Stephen Covey, yang menekankan pentingnya ‘bekerja berdasarkan prioritas, bukan berdasarkan responsivitas’.

Terakhir, jika kebiasaan doomscrolling terasa sangat mengganggu dan sulit diatasi sendiri, mencari bantuan profesional dari psikolog atau konselor dapat menjadi pilihan yang bijaksana. Mereka dapat membantu mengidentifikasi akar masalah kecemasan dan memberikan strategi penanganan yang lebih personal.

Langkah-langkah mitigasi ini diharapkan dapat membantu individu untuk lebih sadar akan pola konsumsi informasi mereka dan mengambil kendali kembali atas waktu dan energi mental mereka. Pemantauan terhadap perkembangan tren kesehatan digital dan dampaknya terhadap kesejahteraan masyarakat akan terus menjadi fokus bagi para peneliti dan praktisi di masa mendatang.

Bagikan: Facebook X WhatsApp