Wednesday, 29 July 2026
BREAKING
Lifestyle

Prabowo Ungkap Istilah ‘Londo Ireng’ dan Keberadaannya Hingga Kini

Oleh Destian July 29, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Menteri Pertahanan RI, Prabowo Subianto, baru-baru ini menyinggung istilah ‘Londo Ireng’ dan mengklaim bahwa kelompok tersebut masih eksis hingga saat ini. Pernyataan ini dilontarkan dalam sebuah forum yang membahas sejarah dan kondisi terkini, memicu rasa ingin tahu publik mengenai makna dan relevansi istilah tersebut di masa kini.

Istilah ‘Londo Ireng’ secara historis merujuk pada sekelompok orang keturunan Belanda yang memilih untuk tetap tinggal di Indonesia pasca-kemerdekaan dan seringkali memiliki pandangan serta sikap yang berbeda dengan mayoritas penduduk pribumi. Menurut berbagai sumber sejarah, mereka kerap dianggap sebagai sisa-sisa kolonialisme yang enggan berintegrasi sepenuhnya dengan masyarakat Indonesia yang baru terbentuk.

Dalam konteks yang lebih luas, istilah ini juga bisa dimaknai sebagai representasi dari kelompok yang memiliki akar budaya asing namun hidup di tengah masyarakat Indonesia, membawa serta nilai, pemikiran, atau bahkan kepentingan yang mungkin tidak sejalan dengan nasionalisme Indonesia. Sejarawan mencatat bahwa keberadaan kelompok seperti ini bukanlah fenomena unik di Indonesia, melainkan juga terjadi di negara-negara pascakolonial lainnya.

Saat memberikan pernyataannya, Prabowo tidak merinci secara spesifik identitas atau jumlah dari ‘Londo Ireng’ yang ia sebutkan. Namun, penekanannya pada keberadaan mereka ‘hingga kini’ mengindikasikan bahwa isu ini masih relevan dalam pandangan pertahanan dan keamanan negara. Pernyataan ini dapat diartikan sebagai peringatan dini terhadap potensi adanya kelompok atau pengaruh asing yang mungkin masih beroperasi dan memengaruhi stabilitas nasional.

Konteks pernyataan Prabowo Subianto ini muncul di tengah dinamika geopolitik global dan regional yang terus berubah. Kemunculan kembali isu-isu terkait identitas, pengaruh asing, dan kedaulatan negara memang menjadi perhatian serius bagi banyak pemerintahan di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Penggunaan istilah historis seperti ‘Londo Ireng’ oleh seorang pejabat tinggi negara dapat menjadi sinyal penting mengenai analisis ancaman yang sedang dilakukan.

Para pengamat menilai, pernyataan Prabowo tersebut kemungkinan besar dilatarbelakangi oleh evaluasi intelijen atau analisis strategis mengenai potensi kerentanan yang bisa dieksploitasi oleh pihak luar. Fokus pada kelompok yang memiliki akar asing namun beroperasi di dalam negeri bisa jadi merujuk pada berbagai bentuk pengaruh, mulai dari ideologi, ekonomi, hingga jaringan sosial yang mungkin belum sepenuhnya teridentifikasi atau terkendali.

Meskipun demikian, belum ada klarifikasi lebih lanjut dari Kementerian Pertahanan mengenai detail spesifik mengenai ‘Londo Ireng’ yang dimaksudkan oleh Prabowo, termasuk sumber informasi atau indikator yang mendasari klaim tersebut. Publik masih menanti penjelasan yang lebih komprehensif agar dapat memahami secara utuh implikasi dari pernyataan tersebut terhadap kebijakan pertahanan dan keamanan Indonesia ke depan.

Pihak Kementerian Pertahanan diharapkan dapat memberikan keterangan lebih lanjut dalam waktu dekat, termasuk agenda atau langkah konkret yang akan diambil terkait isu yang diangkat oleh Menteri Pertahanan. Perkembangan lebih lanjut mengenai identifikasi dan penanganan terhadap kelompok yang disebut ‘Londo Ireng’ ini akan menjadi sorotan publik.

Bagikan: Facebook X WhatsApp