Wednesday, 29 July 2026
BREAKING
Lifestyle

Peran Ayah Krusial Bangun Kedekatan Emosional dengan Bayi Sejak Dini: 8 Strategi Efektif

Oleh Destian July 29, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Membangun ikatan (bonding) yang kuat antara ayah dan bayi sejak dini merupakan fondasi penting bagi tumbuh kembang anak. Ikatan ini tidak hanya berdampak pada kesehatan emosional anak di masa depan, tetapi juga memperkuat hubungan keluarga. Berbagai pakar dan studi menekankan pentingnya keterlibatan aktif ayah dalam perawatan bayi, bukan hanya sebagai pendukung ibu. Berikut adalah delapan cara efektif yang dapat dilakukan ayah untuk membangun kedekatan emosional dengan buah hati mereka.

Salah satu cara paling mendasar adalah dengan terlibat langsung dalam perawatan sehari-hari bayi. Aktivitas seperti mengganti popok, memandikan, atau menidurkan bayi memberikan kesempatan berharga bagi ayah untuk berinteraksi secara fisik dan emosional. Menurut konsultan laktasi dan perkembangan anak, Sarah O’Leary, seperti dikutip oleh Motherly, momen-momen perawatan ini adalah ‘kesempatan emas’ untuk menciptakan sentuhan dan kontak mata yang membangun rasa aman pada bayi.

Menyusui, meskipun secara tradisional identik dengan ibu, dapat juga melibatkan ayah. Dengan memberikan susu formula atau ASI yang sudah dipompa menggunakan botol, ayah dapat merasakan kedekatan saat memberi makan bayi. Hal ini tidak hanya memberikan nutrisi bagi bayi tetapi juga membangun rasa percaya dan ketergantungan yang positif terhadap ayah.

Berbicara dan bernyanyi untuk bayi adalah cara sederhana namun ampuh untuk membangun ikatan. Suara ayah yang khas dapat menjadi sumber kenyamanan bagi bayi. Sebuah riset yang dipublikasikan dalam jurnal Pediatrics pada tahun 2014 menunjukkan bahwa interaksi verbal antara ayah dan bayi, termasuk berbicara dan bernyanyi, berkorelasi positif dengan perkembangan kognitif dan bahasa anak.

Melakukan kontak kulit ke kulit atau skin-to-skin contact juga sangat direkomendasikan. Ayah dapat melepaskan pakaian bagian atas dan meletakkan bayi di dadanya. Posisi ini meniru lingkungan rahim, memberikan kehangatan, detak jantung yang menenangkan, dan rasa aman bagi bayi. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan metode kanguru ini, terutama untuk bayi prematur, namun manfaatnya juga signifikan bagi bayi cukup bulan.

Bermain dengan bayi, bahkan sejak usia dini, adalah kunci. Ayah dapat mengajak bayi bermain dengan gerakan lembut, seperti mengangkat dan menurunkan bayi (dengan aman), menggoyangkan mainan berbunyi, atau sekadar membuat ekspresi wajah yang lucu. American Academy of Pediatrics menyarankan bahwa permainan interaktif membantu bayi belajar tentang dunia dan membangun hubungan dengan pengasuhnya.

Membaca buku untuk bayi, meskipun mereka belum mengerti kata-katanya, dapat menjadi rutinitas yang menyenangkan. Memilih buku dengan gambar berwarna cerah dan suara yang ekspresif dapat menarik perhatian bayi. Kebiasaan membaca sejak dini yang dimulai oleh ayah terbukti berkontribusi pada literasi awal anak.

Menciptakan rutinitas yang konsisten bersama bayi juga memperkuat ikatan. Misalnya, ayah bertanggung jawab untuk rutinitas tidur malam atau sesi bermain sore. Konsistensi ini memberikan prediktabilitas bagi bayi, yang membantu mereka merasa lebih aman dan terhubung dengan ayah.

Terakhir, memberikan dukungan emosional kepada ibu juga secara tidak langsung memperkuat ikatan ayah-bayi. Ketika ibu merasa didukung dan dihargai, ia dapat memberikan perhatian yang lebih baik kepada bayi, dan suasana rumah yang positif akan sangat membantu perkembangan bayi. Keterlibatan ayah yang aktif dalam pengasuhan bayi diharapkan akan terus didorong melalui berbagai program edukasi orang tua di tingkat komunitas dan fasilitas kesehatan.

Bagikan: Facebook X WhatsApp