Saturday, 15 August 2026
BREAKING
Kesehatan

Peradangan Usus Buntu Bisa Dipicu Kekurangan Serat, Kata Ahli Gizi

Oleh Destian August 15, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Peradangan usus buntu, kondisi yang umum terjadi, ternyata dapat dipicu oleh kurangnya asupan serat dalam pola makan sehari-hari. Hal ini diungkapkan oleh seorang dokter gizi yang menekankan pentingnya peran serat dalam mencegah masalah kesehatan tersebut. Porsi ideal konsumsi serat harian pun turut dibahas untuk menjaga kesehatan pencernaan.

Menurut Dokter Gizi, dr. Diana Felicia, Sp.GK, serat memiliki fungsi krusial dalam menjaga kesehatan saluran pencernaan. “Serat itu fungsinya banyak. Kalau dia kurang, kita bisa mengalami sembelit, lalu fesesnya jadi keras, sehingga bisa menumpuk di usus buntu,” jelas dr. Diana dalam sebuah acara yang membahas kesehatan pencernaan.

Lebih lanjut, dr. Diana memaparkan bahwa penumpukan feses yang keras di dalam usus buntu dapat menyebabkan peradangan. “Kalau fesesnya keras, dia bisa menyumbat saluran dari usus buntu, akhirnya bakteri di dalam usus buntu itu berkembang biak dan memicu terjadinya peradangan,” terangnya.

Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk memperhatikan kecukupan serat dalam asupan makanan mereka. “Untuk orang dewasa, kebutuhan serat minimal itu 25 gram per hari,” ujar dr. Diana. Ia menyarankan agar masyarakat mengonsumsi berbagai jenis makanan kaya serat seperti buah-buahan, sayuran, biji-bijian utuh, dan kacang-kacangan untuk memenuhi kebutuhan harian tersebut.

Dengan mengonsumsi serat yang cukup, tidak hanya mencegah peradangan usus buntu, tetapi juga berkontribusi pada kesehatan pencernaan secara keseluruhan. Kebiasaan makan yang sehat dengan asupan serat yang memadai dapat menjadi langkah preventif yang efektif untuk menghindari berbagai gangguan pencernaan lainnya.

Bagikan: Facebook X WhatsApp