Sebuah penemuan menarik datang dari Laut Cina Selatan pada Juni 2025, ketika para ilmuwan berhasil merekam perilaku unik dari hiu tidur Pasifik (Pacific sleeper sharks). Rekaman yang dirilis para peneliti ini menampilkan momen luar biasa yang belum pernah terekam sebelumnya, memberikan wawasan baru mengenai spesies yang jarang terlihat ini.
Dalam rekaman tersebut, terlihat bagaimana para ilmuwan secara sengaja menenggelamkan seekor sapi ke dasar laut. Tindakan ini dilakukan sebagai bagian dari eksperimen untuk mengamati respons dan interaksi hiu tidur Pasifik terhadap sumber makanan baru. Tujuan utama dari eksperimen ini adalah untuk memahami pola makan dan perilaku sosial hiu spesies ini yang masih banyak misteri.
Tak lama setelah bangkai sapi ditenggelamkan, fenomena tak terduga terjadi. Seekor sosok raksasa muncul dari kegelapan laut, menarik perhatian para ilmuwan. Sosok tersebut ternyata adalah seekor hiu tidur Pasifik yang berukuran sangat besar. Ukuran hiu ini diperkirakan mencapai panjang yang mengesankan, menjadikannya salah satu predator terbesar di kedalaman laut tersebut. Kemunculan hiu raksasa ini menjadi sorotan utama dari rekaman yang dirilis.
Para peneliti menyatakan kegembiraannya atas keberhasilan pengamatan ini. “Kami sangat bersemangat dengan rekaman ini. Hiu tidur Pasifik adalah makhluk yang sangat sulit dipelajari di alam liar, dan eksperimen ini memberi kami data yang tak ternilai,” ujar salah satu ilmuwan yang terlibat dalam penelitian tersebut. Ia menambahkan bahwa rekaman ini akan menjadi dasar untuk penelitian lanjutan mengenai biologi dan ekologi hiu tidur Pasifik.
Penenggelaman sapi tersebut merupakan metode yang digunakan untuk menyediakan sumber makanan yang melimpah dan menarik perhatian hiu di habitat alaminya. Para ilmuwan berharap dengan adanya sumber makanan yang cukup, mereka dapat mengamati perilaku makan, interaksi antarindividu hiu, serta dinamika ekosistem laut dalam yang dipengaruhinya. Selain itu, tim peneliti juga berencana untuk memantau pergerakan hiu tersebut menggunakan teknologi pelacakan satelit untuk memahami jangkauan jelajah dan pola migrasinya.
Temuan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran publik tentang pentingnya konservasi spesies laut dalam, termasuk hiu tidur Pasifik yang statusnya masih belum banyak diketahui. Para ilmuwan menegaskan bahwa penelitian ini dilakukan dengan memperhatikan etika dan keberlanjutan lingkungan, serta meminimalkan dampak negatif terhadap ekosistem laut.
