Ibu hamil yang memiliki ambisi untuk tetap aktif secara fisik, bahkan hingga mengikuti ajang olahraga intens seperti Hyrox, dihadapkan pada pertimbangan penting terkait kondisi tubuh. Menurut Dr. Niken W., Sp.OG(K) dari RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo, kelayakan berolahraga berat selama kehamilan sangat bergantung pada riwayat aktivitas fisik sebelum masa kehamilan.
Dr. Niken menegaskan bahwa kunci utama bagi ibu hamil yang ingin tetap berolahraga berat adalah pemahaman mendalam mengenai batasan fisik diri. Ia menekankan, “Kondisi ibu hamil yang memiliki rekam jejak berolahraga yang rutin sebelum hamil, tentu berbeda dengan ibu yang baru memulai. Ini yang harus dipahami betul.” Pernyataan ini disampaikan dalam sebuah sesi edukasi yang membahas aktivitas fisik optimal bagi ibu hamil.
Lebih lanjut, dokter spesialis Obstetri dan Ginekologi Konsultan (Obgyn) ini menjelaskan bahwa persentase ibu hamil yang dapat melakukan olahraga berat seperti Hyrox tergolong kecil. Ia memaparkan, “Sebenarnya, ibu hamil yang bisa melakukan olahraga berat seperti Hyrox itu presentasinya kecil sekali. Karena syaratnya itu, dia harus punya rekam jejak olahraga yang kuat sebelum hamil.” Hal ini menggarisbawahi pentingnya fondasi kebugaran yang sudah terbangun sebelumnya.
Bagi ibu hamil yang memiliki rekam jejak olahraga intens, seperti yang mampu mengikuti Hyrox, Dr. Niken menyarankan agar tetap melakukan konsultasi rutin dengan dokter kandungan. Tujuannya adalah untuk memastikan kondisi kehamilan tetap sehat dan aman seiring dengan intensitas latihan yang dijalani. Pemantauan medis secara berkala menjadi garda terdepan untuk mendeteksi dini potensi risiko yang mungkin timbul.
Hyrox sendiri merupakan kompetisi lari dan latihan fungsional yang menguji ketahanan fisik secara menyeluruh. Lomba ini menggabungkan lari dengan delapan pos latihan yang meliputi berbagai gerakan seperti ski erg, sled push, sled pull, burpee broad jumps, rowing, farmerβs carry, sandbag lunges, dan wall balls. Intensitasnya yang tinggi menuntut persiapan fisik yang matang, yang mana hal ini menjadi faktor krusial bagi ibu hamil.
