Munculnya bisul pada tubuh kerap dikaitkan dengan konsumsi telur, namun anggapan ini dibantah keras oleh para ahli kesehatan. Menurut dokter gizi, bisul sama sekali tidak disebabkan oleh telur, melainkan oleh infeksi bakteri. Telur sendiri merupakan sumber nutrisi yang sangat baik dan aman dikonsumsi bagi kesehatan.
Dokter spesialis gizi klinik, dr. Diana F. Suganda, M.Kes, Sp.GK, menegaskan bahwa bisul merupakan kondisi kulit yang disebabkan oleh infeksi bakteri, paling umum adalah bakteri Staphylococcus aureus. Bakteri ini dapat masuk ke dalam folikel rambut atau kelenjar minyak di kulit, lalu menyebabkan peradangan yang berujung pada terbentuknya bisul.
“Bisul itu infeksi bakteri. Jadi, bukan karena makan telur,” jelas dr. Diana dalam sebuah kesempatan. Ia menambahkan bahwa bisul bisa terjadi pada siapa saja, terlepas dari pola makan mereka. Faktor kebersihan diri, kondisi kulit yang lembap, atau adanya luka kecil pada kulit dapat menjadi pintu masuk bagi bakteri.
Lebih lanjut, dr. Diana menekankan pentingnya memahami kandungan gizi dalam telur yang justru bermanfaat bagi tubuh. Telur kaya akan protein berkualitas tinggi, vitamin (seperti vitamin A, D, E, K, B12, folat, dan riboflavin), serta mineral (seperti zat besi, selenium, dan fosfor). Nutrisi-nutrisi ini berperan penting dalam menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan, termasuk mendukung sistem kekebalan tubuh yang justru dapat membantu melawan infeksi.
“Telur itu sumber protein yang sangat baik, ada vitamin, mineral. Jadi, telur itu aman dan justru bagus untuk kesehatan,” tegasnya. Ia menyarankan agar masyarakat tidak perlu khawatir untuk mengonsumsi telur karena anggapan yang beredar mengenai bisul adalah mitos belaka. Fokus seharusnya adalah menjaga kebersihan diri dan segera memeriksakan diri ke dokter jika muncul bisul untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
