MHDC Clinic berupaya mengubah stigma negatif terhadap perawatan gigi melalui inovasi layanan “First Dental Experience”. Program ini dirancang khusus untuk memberikan kenyamanan maksimal bagi pasien, terutama mereka yang memiliki rasa takut atau cemas saat mengunjungi dokter gigi.
Layanan unggulan ini bertujuan untuk menciptakan pengalaman pertama yang positif dan profesional, sehingga mendorong masyarakat untuk tidak menunda pemeriksaan gigi hingga kondisi memburuk. Dengan pendekatan yang lebih ramah dan personal, MHDC Clinic ingin membuktikan bahwa perawatan gigi bisa menjadi pengalaman yang menyenangkan.
Dokter Gigi spesialis prostodonti, drg. Riska Amalia, MARS, menjelaskan bahwa banyak orang menunda kunjungan ke dokter gigi karena berbagai alasan, termasuk rasa takut akan rasa sakit atau pengalaman buruk di masa lalu. “Kami memahami kekhawatiran itu. Oleh karena itu, ‘First Dental Experience’ kami hadir untuk memberikan sentuhan berbeda. Kami fokus pada kenyamanan pasien dari awal hingga akhir perawatan,” ujar drg. Riska Amalia dalam acara peluncuran di Jakarta pada Kamis, 23 Mei 2024.
Konsep “First Dental Experience” mencakup beberapa aspek penting. Mulai dari proses pendaftaran yang efisien, ruang tunggu yang dirancang agar terasa nyaman dan tidak menegangkan, hingga teknik perawatan gigi yang minim rasa sakit. Tim profesional di MHDC Clinic juga dilatih untuk memberikan edukasi dan penjelasan yang detail mengenai setiap prosedur, sehingga pasien merasa lebih tenang dan terkontrol.
drg. Riska Amalia menambahkan, “Kami ingin pasien merasa rileks dan percaya diri. Pendekatan kami adalah mendengarkan keluhan pasien, memberikan solusi yang tepat, dan memastikan mereka mendapatkan perawatan terbaik tanpa rasa takut yang berlebihan. Ini penting agar kesadaran akan kesehatan gigi terjaga dan pencegahan dapat dilakukan sejak dini.”
Lebih lanjut, MHDC Clinic mengintegrasikan teknologi modern dalam layanannya untuk meningkatkan efektivitas dan kenyamanan perawatan. Dengan demikian, pasien diharapkan dapat merasakan perbedaan signifikan dibandingkan pengalaman perawatan gigi konvensional. “Kami mendorong masyarakat untuk tidak menunggu hingga gigi berlubang parah atau mengalami masalah serius. Pemeriksaan rutin itu penting, dan kami ingin membuatnya menjadi pengalaman yang tidak perlu ditakuti lagi,” tutup drg. Riska Amalia.
