Thursday, 30 July 2026
BREAKING
Kesehatan

Menteri Agama: Pondok Pesantren Perlu Akses Lebih Luas Program Makan Bergizi Gratis

Oleh Destian July 30, 2026 1 hour lalu 0 komentar

JAKARTA – Menteri Agama, Nasaruddin Umar, mengungkapkan keprihatinan atas minimnya jangkauan program makan bergizi gratis (MBG) yang menyentuh kalangan pondok pesantren di Indonesia. Ia menekankan perlunya upaya kolaboratif untuk memperluas cakupan program vital ini agar manfaatnya dapat dirasakan oleh lebih banyak santri.

Menurut Nasaruddin Umar, meskipun program MBG telah digulirkan, realitas di lapangan menunjukkan bahwa pondok pesantren masih menjadi salah satu institusi pendidikan yang belum tersentuh secara optimal. Keterbatasan akses ini menjadi perhatian serius demi memastikan kesejahteraan dan kesehatan para santri yang menempuh pendidikan di lingkungan pesantren.

“Kita perlu bersinergi lebih kuat lagi. Program makan bergizi gratis ini sangat penting untuk tumbuh kembang anak-anak kita, termasuk para santri,” ujar Menteri Agama dalam sebuah kesempatan yang tidak dirinci tanggalnya. Pernyataan ini menggarisbawahi pentingnya program tersebut sebagai salah satu pilar pendukung kesehatan generasi muda.

Lebih lanjut, Nasaruddin Umar mengusulkan agar berbagai pihak, baik pemerintah, lembaga swadaya masyarakat, maupun sektor swasta, dapat menjalin kerja sama yang erat. Kolaborasi ini diharapkan mampu membuka berbagai celah dan menciptakan solusi inovatif agar program MBG dapat menjangkau lebih banyak pondok pesantren di seluruh penjuru negeri. Ia meyakini bahwa dengan semangat kebersamaan, kendala yang ada dapat diatasi.

Meskipun tidak menyebutkan angka spesifik mengenai jumlah pondok pesantren yang belum terjangkau, Menteri Agama menegaskan bahwa fokus perlu diarahkan pada perluasan jangkauan. Hal ini sejalan dengan komitmen pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan kesejahteraan seluruh lapisan masyarakat, termasuk mereka yang berada di lembaga pendidikan keagamaan seperti pesantren.

“Pondok pesantren adalah aset bangsa yang perlu kita perhatikan secara serius. Ketersediaan gizi yang memadai bagi santri akan berdampak positif pada konsentrasi belajar mereka dan kesehatan secara umum,” tambahnya. Pernyataan ini mengindikasikan bahwa program MBG bukan hanya sekadar urusan perut, melainkan juga investasi jangka panjang bagi kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Bagikan: Facebook X WhatsApp