Thursday, 27 August 2026
BREAKING
Berita

Menguak Masa Lalu BUMN Karya: Bos Danantara Ungkap Kondisi Sebelum Terjerat Utang

Oleh Ishak August 27, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir melalui Staf Khusus III Bidang Komunikasi, Arya Sinulingga, memberikan pandangan mengenai kondisi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Karya sebelum terlilit permasalahan utang. Menurut Arya, pada masa lalu, BUMN Karya memiliki prospek yang cerah dan kemampuan finansial yang kuat, namun berbagai faktor kemudian menyebabkan kondisi tersebut berbalik.

Arya Sinulingga, yang kerap mewakili pandangan Erick Thohir, menjelaskan bahwa sebelum terperosok dalam jerat utang, perusahaan-perusahaan BUMN Karya sebenarnya memiliki fondasi yang kokoh. Mereka dikenal sebagai kontraktor besar yang mampu mengerjakan proyek-proyek infrastruktur berskala nasional dengan baik.

Namun, seiring berjalannya waktu, sejumlah persoalan muncul yang menggerogoti kesehatan finansial BUMN Karya. Salah satu faktor utamanya adalah banyaknya proyek yang dikerjakan dengan skema pembayaran yang tidak sesuai, termasuk pembayaran yang tertunda atau bahkan tidak dibayar sama sekali oleh beberapa pihak. Hal ini menyebabkan arus kas perusahaan terganggu.

Selain itu, Arya juga menyinggung adanya tantangan dalam pengelolaan internal perusahaan. Efisiensi operasional, manajemen risiko, dan strategi bisnis yang kurang adaptif terhadap perubahan pasar turut berkontribusi pada akumulasi utang. Ketergantungan pada proyek-proyek besar yang terkadang memiliki margin keuntungan tipis juga menjadi kerentanan.

Kondisi ini diperparah dengan adanya indikasi praktik-praktik yang kurang transparan dalam proses tender dan pelaksanaan proyek di masa lalu. Hal tersebut membuka celah bagi potensi pemborosan dan inefisiensi yang semakin memberatkan keuangan perusahaan.

Pemerintah, di bawah kepemimpinan Erick Thohir, telah berupaya keras untuk melakukan restrukturisasi dan perbaikan pada BUMN Karya. Langkah-langkah seperti peninjauan ulang portofolio proyek, perbaikan tata kelola perusahaan, serta penguatan modal terus dilakukan untuk memulihkan kinerja perusahaan-perusahaan pelat merah ini.

Upaya pemulihan ini tidak hanya bertujuan untuk menyelesaikan masalah utang yang ada, tetapi juga untuk memastikan BUMN Karya dapat kembali menjadi tulang punggung pembangunan infrastruktur nasional yang sehat dan berkelanjutan di masa depan.

Masa lalu BUMN Karya yang diceritakan oleh Arya Sinulingga ini menjadi pengingat penting akan perlunya pengelolaan yang cermat dan profesional dalam menjalankan roda bisnis perusahaan negara, agar masalah serupa tidak terulang kembali di kemudian hari.

Bagikan: Facebook X WhatsApp