Friday, 7 August 2026
BREAKING
Berita

Mengejutkan! Bos Danantara Sebut 652 BUMN Terancam Hilang, Ini Alasannya

Oleh Ishak August 7, 2026 47 minutes lalu 0 komentar

JAKARTA – Direktur Utama PT Danareksa (Persero), Muhammad Taswin Zakaria, memberikan sinyal peringatan keras mengenai masa depan sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Ia memprediksi bahwa sebanyak 652 perusahaan BUMN berpotensi akan ‘hilang’ dalam beberapa waktu ke depan. Pernyataan ini mengindikasikan adanya restrukturisasi besar-besaran atau bahkan eliminasi entitas BUMN yang dinilai tidak lagi efisien dan strategis.

Prediksi mengejutkan ini disampaikan Taswin Zakaria dalam sebuah forum diskusi yang membahas prospek BUMN di tengah dinamika ekonomi global dan domestik. Ia menggarisbawahi bahwa jumlah BUMN yang sangat banyak tersebut perlu ditinjau ulang agar lebih ramping, fokus, dan memberikan kontribusi optimal bagi negara.

Latar belakang munculnya prediksi ini didasari oleh evaluasi kinerja dan relevansi strategis dari ratusan BUMN yang ada. Banyak di antaranya mungkin memiliki tumpang tindih fungsi, skala operasi yang terlalu kecil, atau model bisnis yang sudah tidak sesuai dengan perkembangan zaman dan kebutuhan pasar. Pemerintah melalui Kementerian BUMN memang terus berupaya melakukan efisiensi dan reformasi di tubuh BUMN.

Taswin Zakaria tidak merinci secara spesifik perusahaan mana saja yang terancam ‘hilang’, namun ia menekankan bahwa proses ini akan melibatkan kajian mendalam terhadap berbagai aspek. Termasuk di dalamnya adalah potensi merger, akuisisi, divestasi, hingga likuidasi bagi BUMN yang dinilai tidak lagi memiliki prospek cerah atau menjadi beban keuangan negara.

Angka 652 perusahaan ini sendiri merupakan bagian dari total BUMN yang saat ini berjumlah ratusan. Menteri BUMN Erick Thohir sebelumnya juga kerap menyampaikan komitmennya untuk melakukan pembenahan dan efisiensi BUMN. Tujuannya adalah agar BUMN menjadi lebih sehat, profesional, dan mampu bersaing di kancah global.

Dampak dari ‘hilangnya’ ratusan BUMN ini tentu akan signifikan. Di satu sisi, hal ini diharapkan dapat menciptakan BUMN yang lebih kuat dan efisien, mengurangi potensi kerugian negara, dan meningkatkan daya saing. Namun di sisi lain, proses ini juga berpotensi menimbulkan kekhawatiran terkait nasib karyawan, aset perusahaan, serta stabilitas sektor-sektor tertentu yang selama ini dilayani oleh BUMN tersebut.

Konteks lebih luas dari pernyataan ini adalah upaya berkelanjutan pemerintah untuk menata ulang ekosistem BUMN agar lebih lincah dan adaptif. Sejak beberapa tahun terakhir, Kementerian BUMN telah melakukan berbagai program transformasi, termasuk pembentukan holding, pemangkasan jumlah direksi, hingga penekanan pada tata kelola perusahaan yang baik. Langkah ini diharapkan dapat menciptakan BUMN yang bukan hanya sebagai agen pembangunan, tetapi juga sebagai mesin pertumbuhan ekonomi yang andal.

Pemerintah perlu memastikan bahwa setiap langkah restrukturisasi dilakukan secara transparan dan akuntabel, serta mempertimbangkan dampak sosial dan ekonomi bagi para pemangku kepentingan. Perhatian khusus juga harus diberikan pada strategi penempatan sumber daya manusia agar tidak terjadi gejolak yang signifikan.

Masa depan BUMN memang tengah berada di persimpangan jalan. Pernyataan dari pimpinan Danareksa ini menjadi pengingat bahwa reformasi di sektor BUMN akan terus berlanjut, dengan tujuan akhir menciptakan entitas yang lebih sehat, efisien, dan memberikan nilai tambah maksimal bagi perekonomian nasional.

Bagikan: Facebook X WhatsApp