Panitia Penyelenggara Piala Presiden 2026 mengambil langkah strategis untuk meredam keluhan terkait jadwal pertandingan yang padat di babak final. Berbagai solusi telah disiapkan untuk memastikan kelancaran dan kenyamanan seluruh pihak yang terlibat dalam kompetisi bergengsi ini.
Salah satu terobosan utama yang diungkapkan oleh Ketua Panitia Penyelenggara, H. Ahmad Hidayat, adalah penyesuaian format pertandingan. “Kami memahami kekhawatiran mengenai jeda waktu yang singkat antarpertandingan,” ujar Hidayat pada konferensi pers yang digelar pada Kamis, 15 Februari 2026. “Oleh karena itu, kami memutuskan untuk menerapkan sistem pertandingan yang lebih efisien tanpa mengurangi kualitas kompetisi.”
Solusi konkret yang disajikan antara lain adalah pengurangan jumlah pertandingan pada fase grup, yang sebelumnya direncanakan sebanyak lima pertandingan per tim, kini dikurangi menjadi empat pertandingan. Keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan masukan dari berbagai tim peserta dan federasi sepak bola yang terkait. Selain itu, panitia juga berupaya menjadwalkan pertandingan babak semifinal dan final dengan jeda waktu yang lebih proporsional, menghindari bentrokan jadwal yang dapat memberatkan atlet.
Pihak panitia juga tengah mengkaji kemungkinan penambahan jam tayang pertandingan di beberapa stadion utama yang ditunjuk. Hal ini dilakukan untuk memberikan fleksibilitas dalam penentuan jadwal, terutama jika terjadi penyesuaian mendadak akibat kondisi tertentu. “Kami terus berkomunikasi intensif dengan stasiun televisi pemegang hak siar untuk mencari solusi terbaik,” tambah Hidayat. Ia juga menekankan bahwa kualitas pertandingan tetap menjadi prioritas utama, meskipun ada penyesuaian jadwal.
Dalam upaya mengoptimalkan waktu, panitia juga akan memperketat manajemen waktu di luar lapangan. Rapat teknis dan sesi latihan akan dijadwalkan secara cermat untuk menghindari keterlambatan. “Kami berharap dengan berbagai langkah ini, gelaran Piala Presiden 2026 dapat berjalan lancar dan sukses, memberikan tontonan menarik bagi masyarakat tanpa mengorbankan kesejahteraan para atlet,” pungkas Hidayat.
