Friday, 31 July 2026
BREAKING
Lifestyle

Hindari Risiko Infeksi dan Cedera, Dokter Ingatkan 5 Hal yang Pantang Dilakukan di Kolam Renang

Oleh Destian July 31, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Kolam renang menjadi destinasi favorit banyak orang untuk rekreasi dan berolahraga, terutama saat cuaca panas. Namun, di balik kesegarannya, kolam renang menyimpan potensi risiko kesehatan dan keselamatan jika tidak diperhatikan dengan baik. Dokter menekankan pentingnya mematuhi beberapa aturan dasar untuk mencegah penyebaran penyakit dan kecelakaan.

Menurut laporan dari CNN Indonesia yang mengutip saran dari para profesional medis, setidaknya ada lima hal krusial yang sebaiknya dihindari saat berada di area kolam renang. Tindakan pencegahan ini bertujuan untuk menjaga kebersihan, kesehatan, dan keselamatan seluruh pengunjung.

Salah satu larangan utama adalah tidak buang air kecil di dalam kolam renang. Meskipun terdengar sepele, kebiasaan ini dapat berkontribusi pada penyebaran kuman dan bakteri, bahkan dapat bereaksi dengan klorin membentuk senyawa iritan mata dan pernapasan seperti kloramin. Para ahli kesehatan mengingatkan bahwa urin mengandung urea dan zat lain yang dapat menurunkan efektivitas disinfektan kolam renang.

Hal penting lainnya adalah menghindari berenang saat sedang sakit, terutama jika mengalami diare. Gejala diare dapat menjadi indikasi adanya infeksi pada saluran pencernaan yang sangat mudah menular melalui air. Organisasi kesehatan seperti Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat secara konsisten mengimbau masyarakat untuk tidak berenang setidaknya dua minggu setelah gejala diare hilang untuk mencegah penyebaran penyakit seperti Cryptosporidiosis.

Selain itu, mengonsumsi makanan atau minuman di tepi kolam renang tanpa memperhatikan kebersihan juga perlu dihindari. Sisa makanan atau minuman yang jatuh ke dalam kolam dapat menarik serangga dan menjadi sumber kontaminasi. Disarankan untuk mengonsumsi makanan di area yang telah ditentukan dan menjaga kebersihan tangan sebelum makan.

Penggunaan alas kaki yang tepat di area sekitar kolam renang juga krusial. Menggunakan sandal atau sepatu khusus kolam renang dapat mencegah penularan jamur kaki seperti kutu air dan mengurangi risiko terpeleset di permukaan yang basah. Hal ini menjadi perhatian penting mengingat banyaknya orang yang berjalan kaki di area yang lembap dan berpotensi terkontaminasi.

Terakhir, para dokter juga menyarankan agar tidak melakukan aktivitas yang dapat membahayakan diri sendiri atau orang lain, seperti berlarian di tepi kolam atau melakukan lompatan sembarangan. Cedera akibat terpeleset atau benturan dapat terjadi dengan cepat di lingkungan kolam renang yang basah dan ramai. Keselamatan harus selalu menjadi prioritas utama bagi semua pengunjung.

Dengan mematuhi kelima saran dokter ini, diharapkan masyarakat dapat menikmati fasilitas kolam renang dengan lebih aman dan sehat, meminimalkan risiko penularan penyakit dan kecelakaan. Pihak pengelola kolam renang juga diharapkan terus meningkatkan standar kebersihan dan pengawasan guna menciptakan lingkungan yang aman bagi semua.

Bagikan: Facebook X WhatsApp