Friday, 31 July 2026
BREAKING
Lifestyle

Hindari Pakaian Ini Saat Terbang: Tips Agar Perjalanan Udara Lebih Nyaman dan Aman

Oleh Destian July 31, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Memilih pakaian yang tepat saat naik pesawat bukan hanya soal gaya, tetapi juga kenyamanan dan bahkan keselamatan. Beberapa jenis pakaian yang terlihat biasa saja justru berpotensi menimbulkan masalah selama penerbangan, mulai dari ketidaknyamanan hingga hambatan saat situasi darurat. Memahami panduan ini dapat membantu penumpang menikmati perjalanan udara yang lebih lancar.

Menurut berbagai panduan perjalanan dan saran dari para ahli penerbangan, ada beberapa kategori pakaian yang sebaiknya dihindari. Salah satunya adalah pakaian yang terlalu ketat atau membatasi gerakan. Pakaian seperti celana jeans yang sangat ketat, korset, atau pakaian ketat lainnya dapat mengganggu sirkulasi darah, terutama saat duduk dalam waktu lama. Hal ini bisa meningkatkan risiko deep vein thrombosis (DVT), sebuah kondisi pembekuan darah di kaki yang dapat berbahaya.

Pakaian berbahan sintetis yang tidak menyerap keringat juga disarankan untuk dihindari. Bahan seperti poliester atau nilon dalam jumlah banyak bisa membuat tubuh terasa gerah dan tidak nyaman, terutama di lingkungan kabin pesawat yang suhunya bisa berubah-ubah. Keringat yang menumpuk pada bahan ini juga dapat menimbulkan bau tidak sedap dan membuat penumpang merasa tidak segar sepanjang perjalanan. Sebaliknya, bahan alami seperti katun atau linen lebih direkomendasikan karena sifatnya yang ‘bernapas’ dan menyerap keringat.

Selain itu, alas kaki yang tidak praktis juga perlu dipertimbangkan. Penggunaan sepatu hak tinggi yang sangat tinggi atau sepatu yang sulit dilepas pasang dapat menjadi masalah. Dalam situasi darurat yang membutuhkan evakuasi cepat, sepatu yang tidak stabil atau memakan waktu untuk dilepas dapat menghambat pergerakan. Pilihan yang lebih aman adalah sepatu datar, sandal yang nyaman, atau sepatu kets yang mudah dikenakan dan dilepas.

Mengenakan terlalu banyak perhiasan logam juga bisa menimbulkan ketidaknyamanan saat melewati pemeriksaan keamanan bandara. Meskipun tidak secara langsung dilarang, banyaknya perhiasan logam dapat memicu alarm detektor logam, yang berpotensi memperlambat proses pemeriksaan dan menimbulkan pertanyaan. Maskapai penerbangan sendiri tidak secara eksplisit melarang perhiasan, namun petugas keamanan bandara memiliki hak untuk memeriksa setiap penumpang secara menyeluruh.

Pakaian dengan banyak detail logam atau aksesori yang berpotensi terlepas juga sebaiknya dipertimbangkan ulang. Aksesori seperti kancing besar, resleting yang menonjol, atau hiasan logam lainnya berisiko tersangkut atau merusak kursi pesawat. Meskipun ini mungkin tampak sepele, menjaga fasilitas pesawat tetap baik adalah tanggung jawab bersama penumpang.

Para ahli menyarankan penumpang untuk mengutamakan kenyamanan dan kepraktisan. Memakai pakaian berlapis (layering) adalah strategi cerdas. Ini memungkinkan penumpang untuk menyesuaikan diri dengan perubahan suhu di kabin. Kaos katun, celana panjang yang longgar, dan sweater atau jaket ringan adalah kombinasi yang sering direkomendasikan oleh para pelancong berpengalaman.

Dengan memilih pakaian yang tepat, penumpang tidak hanya meningkatkan kenyamanan pribadi tetapi juga berkontribusi pada kelancaran operasional penerbangan dan kesiapan dalam menghadapi situasi tak terduga. Laporan dari berbagai sumber penerbangan dan keamanan menekankan pentingnya kesadaran penumpang terhadap pilihan pakaian mereka demi pengalaman terbang yang lebih baik.

Bagikan: Facebook X WhatsApp