Monday, 10 August 2026
BREAKING
Kesehatan

Gusi Berdarah: Gejala Awal Penyakit Serius, dari Jantung hingga Diabetes

Oleh Destian August 10, 2026 60 minutes lalu 0 komentar

Gusi yang mudah berdarah bukanlah sekadar masalah kesehatan mulut biasa. Fenomena ini bisa menjadi indikator awal adanya penyakit kronis yang lebih serius, termasuk penyakit jantung dan diabetes. Penting bagi masyarakat untuk mengenali gejala ini dan memahami implikasinya terhadap kesehatan secara keseluruhan.

Menurut dr. Aliyah Shahab, Sp.KG, seorang dokter gigi spesialis penyakit mulut, gusi berdarah sering kali menjadi sinyal adanya infeksi bakteri di dalam mulut. Namun, jika dibiarkan tanpa penanganan yang tepat, infeksi ini dapat menjalar ke organ tubuh lain. “Infeksi yang berasal dari mulut ini bisa menyebar ke jantung, paru-paru, bahkan otak,” ujar dr. Aliyah dalam sebuah webinar pada Senin, 20 Mei 2024.

Lebih lanjut, dr. Aliyah menjelaskan bahwa peradangan gusi atau gingivitis yang tidak diobati dapat berkembang menjadi periodontitis. Kondisi ini tidak hanya merusak jaringan pendukung gigi, tetapi juga membuka jalan bagi bakteri untuk masuk ke aliran darah. “Bakteri yang masuk ke dalam darah ini bisa menyebabkan peradangan di berbagai organ, termasuk pembuluh darah jantung,” tambahnya.

Hubungan antara kesehatan gusi dan penyakit jantung telah lama diteliti. Penyakit gusi merupakan salah satu faktor risiko independen untuk penyakit kardiovaskular. Peradangan kronis akibat infeksi gusi dapat berkontribusi pada aterosklerosis, yaitu penumpukan plak di arteri yang mempersempit dan mengeras. Hal ini meningkatkan risiko terjadinya serangan jantung dan stroke.

Selain penyakit jantung, gusi berdarah juga erat kaitannya dengan diabetes. Penderita diabetes, terutama yang tidak terkontrol dengan baik, memiliki risiko lebih tinggi mengalami penyakit gusi. Kadar gula darah yang tinggi dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh, sehingga lebih rentan terhadap infeksi, termasuk infeksi pada gusi. Sebaliknya, penyakit gusi yang parah juga dapat mempersulit kontrol kadar gula darah pada penderita diabetes.

Oleh karena itu, menjaga kebersihan dan kesehatan mulut menjadi langkah krusial. Menyikat gigi dua kali sehari, menggunakan benang gigi secara teratur, dan memeriksakan diri ke dokter gigi setiap enam bulan sekali adalah praktik dasar yang sangat efektif dalam mencegah masalah gusi. “Jika gusi Anda sering berdarah, jangan diabaikan. Segera konsultasikan ke dokter gigi untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat,” tegas dr. Aliyah.

Mengenali gusi berdarah sebagai potensi alarm kesehatan adalah langkah awal yang bijak. Dengan pemahaman yang lebih baik dan tindakan pencegahan yang konsisten, masyarakat dapat meminimalkan risiko komplikasi penyakit serius yang mungkin tersembunyi di balik gejala yang tampak sederhana.

Bagikan: Facebook X WhatsApp