Monday, 10 August 2026
BREAKING
Berita

Prabowo Panggil Dirut Pertamina, Fokus Bahas Mandatori B50 dan Efisiensi Anak-Cucu Usaha

Oleh Ishak August 10, 2026 52 minutes lalu 0 komentar

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dikabarkan memanggil Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Nicke Widyawati, untuk membahas sejumlah isu strategis terkait sektor energi nasional. Pembicaraan tersebut difokuskan pada implementasi mandatori pencampuran minyak sawit dalam bahan bakar (B50) dan upaya efisiensi melalui restrukturisasi anak perusahaan Pertamina.

Pertemuan yang terjadi di tengah berbagai tantangan di sektor energi ini menjadi sorotan karena melibatkan dua figur penting. Prabowo, yang memegang kendali di Kementerian Pertahanan, menunjukkan perhatiannya terhadap ketahanan energi nasional yang salah satunya berkaitan dengan pemanfaatan sumber daya domestik seperti minyak sawit.

Salah satu agenda utama dalam pertemuan tersebut adalah akselerasi dan optimalisasi program mandatori pencampuran biodiesel sebesar 50% (B50) ke dalam bahan bakar solar. Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan penggunaan energi terbarukan, mengurangi ketergantungan pada impor minyak bumi, serta menyerap produksi minyak sawit domestik yang melimpah.

Di sisi lain, Prabowo juga mendorong Pertamina untuk melakukan efisiensi melalui pengurangan jumlah anak perusahaan atau ‘anak cucu usaha’. Langkah ini diharapkan dapat menyederhanakan struktur organisasi, meningkatkan efektivitas operasional, serta memfokuskan sumber daya pada bisnis inti yang lebih strategis dan menguntungkan.

Restrukturisasi anak perusahaan Pertamina bukan kali ini saja dibahas. Upaya ini sebelumnya juga telah menjadi perhatian pemerintah untuk menciptakan sinergi yang lebih baik antar unit bisnis, mengurangi potensi tumpang tindih fungsi, dan pada akhirnya meningkatkan kinerja keuangan perusahaan pelat merah tersebut.

Implementasi B50 sendiri memiliki implikasi ganda. Selain mendukung sektor perkebunan sawit, program ini juga diharapkan dapat berkontribusi pada penurunan emisi gas rumah kaca, sejalan dengan komitmen Indonesia dalam isu perubahan iklim. Namun, tantangan dalam hal pasokan, kualitas, dan infrastruktur pendukung tetap menjadi pekerjaan rumah yang perlu diatasi.

Diharapkan, pertemuan antara Prabowo dan Dirut Pertamina ini dapat menghasilkan langkah konkret dalam memperkuat ketahanan energi nasional. Fokus pada B50 menunjukkan komitmen terhadap energi terbarukan dan kemandirian, sementara pembahasan efisiensi anak usaha mencerminkan upaya perbaikan tata kelola dan kinerja perusahaan.

Ke depan, publik akan menanti perkembangan lebih lanjut mengenai implementasi kebijakan yang dibahas dalam pertemuan tersebut, termasuk bagaimana Pertamina akan menindaklanjuti arahan untuk merampingkan struktur bisnisnya dan mempercepat mandatori B50 secara efektif.

Bagikan: Facebook X WhatsApp