Tuesday, 4 August 2026
BREAKING
Lifestyle

Gangguan Aorta Jantung: Membedah Perbedaan EVAR dan TEVAR dalam Penanganan Nyeri Dada Akibat Aneurisma

Oleh Destian August 4, 2026 56 minutes lalu 0 komentar

Nyeri dada yang tajam dan tiba-tiba bisa menjadi indikasi serius dari masalah kardiovaskular, salah satunya adalah gangguan pada aorta jantung. Aorta, pembuluh darah terbesar dalam tubuh yang mengalirkan darah kaya oksigen dari jantung ke seluruh tubuh, rentan mengalami pelebaran atau aneurisma. Kondisi ini, jika pecah atau robek, dapat berakibat fatal. Dua prosedur intervensi endovaskular yang umum digunakan untuk menangani aneurisma aorta adalah Endovascular Aneurysm Repair (EVAR) dan Thoracic Endovascular Aortic Repair (TEVAR).

Perbedaan mendasar antara EVAR dan TEVAR terletak pada lokasi penanganan aneurisma aorta. EVAR secara spesifik merujuk pada perbaikan aneurisma pada aorta abdominalis, yaitu bagian aorta yang melintasi rongga perut. Sementara itu, TEVAR dirancang untuk menangani aneurisma yang menyerang aorta torakalis, yakni bagian aorta yang berada di rongga dada.

Kedua prosedur ini melibatkan pemasangan stent graft, sebuah tabung berbahan kain yang diperkuat dengan rangka logam, melalui kateter kecil yang dimasukkan melalui pembuluh darah di paha. Stent graft ini kemudian ditempatkan di dalam aorta yang melebar untuk memperkuat dinding pembuluh darah dan mencegah pecahnya aneurisma. Keunggulan utama dari kedua metode ini adalah sifatnya yang minimal invasif dibandingkan dengan operasi terbuka, yang berarti pemulihan pasien umumnya lebih cepat dan risiko komplikasi lebih rendah.

Menurut Dr. Dicky S. Ramadhan, Sp.BTKV, Ph.D., seorang spesialis bedah toraks kardiovaskular, pemilihan antara EVAR dan TEVAR sangat bergantung pada lokasi spesifik aneurisma. “Jika aneurisma berada di perut, kita akan melakukan EVAR. Jika di dada, kita lakukan TEVAR,” jelasnya dalam sebuah diskusi medis yang disiarkan pada awal Agustus 2024. Beliau menekankan bahwa diagnosis yang akurat melalui pencitraan seperti CT scan sangat krusial untuk menentukan strategi penanganan yang tepat.

Gejala aneurisma aorta bisa bervariasi, mulai dari nyeri dada atau punggung yang intens, sesak napas, hingga gejala stroke jika aneurisma pecah dan mempengaruhi aliran darah ke otak. Namun, seringkali aneurisma tidak menunjukkan gejala hingga terjadi komplikasi serius. Oleh karena itu, pemeriksaan rutin bagi individu berisiko tinggi, seperti yang memiliki riwayat keluarga penyakit jantung atau tekanan darah tinggi kronis, sangat disarankan.

Prosedur EVAR dan TEVAR telah menjadi pilihan utama dalam penanganan aneurisma aorta di banyak pusat medis terkemuka. Tingkat keberhasilan yang tinggi dan profil keamanan yang baik menjadikan kedua teknik ini sebagai standar perawatan. Namun, seperti semua prosedur medis, ada risiko yang perlu dipertimbangkan, termasuk kebocoran pada stent graft, infeksi, atau komplikasi terkait kateterisasi.

Para ahli bedah vaskular terus mengembangkan teknologi dan teknik untuk meningkatkan efektivitas dan keamanan EVAR serta TEVAR. Inovasi dalam desain stent graft dan teknik pemasangan terus dilakukan untuk mengatasi tantangan pada kasus-kasus yang kompleks, seperti aneurisma yang melibatkan percabangan aorta.

Meskipun kedua prosedur ini memiliki prinsip dasar yang sama, yaitu perbaikan endovaskular, pemahaman yang jelas mengenai perbedaan lokasi penanganan dan indikasi klinisnya sangat penting. Hal ini memastikan bahwa pasien menerima terapi yang paling sesuai untuk kondisi aneurisma aorta mereka, yang pada akhirnya dapat menyelamatkan nyawa dan meningkatkan kualitas hidup.

Bagikan: Facebook X WhatsApp