Saturday, 22 August 2026
BREAKING
Berita

Drone Rusia Gempur Kampung Halaman Zelensky, Puluhan Warga Tewas di Kryvyi Rih

Oleh Ishak August 22, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Serangan drone yang diduga kuat berasal dari Rusia dilaporkan menghantam kota Kryvyi Rih, kampung halaman Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, pada Selasa (1/8/2023). Serangan mematikan ini dilaporkan menewaskan sedikitnya sembilan orang dan melukai puluhan lainnya, serta menimbulkan kerusakan signifikan pada infrastruktur sipil.

Kryvyi Rih, sebuah kota industri yang terletak di wilayah Dnipropetrovsk, Ukraina tengah, menjadi sasaran gempuran udara Rusia yang dilaporkan terjadi pada pagi hari waktu setempat. Serangan ini diduga menggunakan kombinasi drone dan rudal, yang menghantam berbagai titik di kota tersebut, termasuk area perumahan dan fasilitas umum.

Pihak berwenang Ukraina segera merespons dengan mengerahkan tim penyelamat ke lokasi kejadian. Upaya evakuasi dan pencarian korban dilakukan dengan intensif di tengah puing-puing bangunan yang hancur. Walikota Kryvyi Rih, Oleksandr Vilkul, mengonfirmasi jumlah korban jiwa dan luka-luka, serta menyatakan bahwa puluhan orang masih dalam pencarian.

Presiden Zelensky, yang berasal dari Kryvyi Rih, mengecam keras serangan tersebut dan menyebutnya sebagai tindakan terorisme yang tidak dapat dibenarkan. Ia berjanji bahwa pelaku akan dimintai pertanggungjawaban atas kejahatan perang ini. Serangan ini kembali menyoroti eskalasi konflik yang terus berlanjut di Ukraina, di mana infrastruktur sipil seringkali menjadi sasaran.

Militer Rusia belum memberikan pernyataan resmi terkait serangan di Kryvyi Rih. Namun, serangan semacam ini kerap dikaitkan dengan upaya Rusia untuk melemahkan semangat juang Ukraina dan menekan pemerintahannya. Serangan ke kampung halaman Zelensky diduga memiliki nilai simbolis tersendiri dalam konteks perang ini.

Kryvyi Rih sendiri memiliki signifikansi strategis dan ekonomi bagi Ukraina, terutama sebagai pusat industri pertambangan dan baja. Serangan yang menargetkan kota ini dapat berdampak pada rantai pasokan dan perekonomian Ukraina secara keseluruhan, selain menimbulkan korban sipil yang tak terhitung.

Serangan ini terjadi di tengah upaya balasan (counteroffensive) yang dilancarkan Ukraina sejak beberapa bulan terakhir. Meskipun belum menunjukkan hasil yang signifikan, serangan-serangan balasan ini terus memicu respons Rusia yang semakin intensif, termasuk serangan rudal dan drone ke berbagai wilayah Ukraina.

Dunia internasional kembali menyerukan penghentian segera permusuhan dan penghormatan terhadap hukum humaniter internasional. Serangan yang menimbulkan korban sipil dalam jumlah besar seperti ini diperkirakan akan semakin meningkatkan tekanan diplomatik terhadap Rusia, meskipun resolusi konflik masih jauh dari terlihat.

Bagikan: Facebook X WhatsApp