Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) menjatuhkan sanksi berat kepada Argentina, termasuk larangan bertanding sebanyak 21 laga dan denda sebesar 200.000 Swiss Franc (setara Rp 3,5 miliar per nilai tukar saat berita ini ditulis). Sanksi ini diberikan terkait insiden yang terjadi pada pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2026 melawan Brasil pada November 2023.
Keputusan FIFA ini merupakan respons terhadap pelanggaran disiplin yang dilakukan oleh timnas Argentina, terutama terkait dengan perilaku pemain dan staf pelatih. Laporan dari berbagai sumber menunjukkan bahwa insiden tersebut dipicu oleh bentrokan antara suporter Argentina dan Brasil yang terjadi sebelum pertandingan dimulai di Stadion MaracanΓ£, Rio de Janeiro.
Kronologi kejadian bermula saat para pemain Argentina, yang dipimpin oleh Lionel Messi, memilih untuk meninggalkan lapangan dan mendatangi tribun suporter mereka yang terlibat keributan dengan aparat keamanan Brasil dan suporter tuan rumah. Tindakan ini dinilai FIFA sebagai bentuk penolakan untuk melanjutkan pertandingan sesuai jadwal dan mengabaikan instruksi dari ofisial pertandingan.
Akibat dari aksi protes tersebut, pertandingan yang seharusnya dimulai lebih awal mengalami penundaan yang signifikan. FIFA menilai bahwa tindakan tim Argentina, khususnya keputusan untuk meninggalkan lapangan, melanggar Pasal 11 Kode Disiplin FIFA mengenai Ketertiban dan Keamanan Pertandingan.
Selain larangan bertanding yang cukup panjang, Argentina juga dikenai denda sebesar 200.000 Swiss Franc (sekitar Rp 3,5 miliar). Denda ini merupakan konsekuensi dari pelanggaran terhadap peraturan FIFA terkait penyelenggaraan pertandingan.
Lionel Messi sendiri dikabarkan sempat mengkritik keras tindakan aparat keamanan Brasil yang dianggapnya berlebihan dalam menangani suporter Argentina. Kapten timnas Argentina itu menyatakan kekecewaannya dan menyebutkan bahwa para pemainnya merasa tidak aman.
Sanksi ini tentu akan menjadi pukulan telak bagi Argentina dalam persiapan mereka menghadapi pertandingan-pertandingan mendatang, terutama dalam upaya mempertahankan gelar juara Piala Dunia. Dampak jangka panjang dari larangan bertanding ini terhadap performa tim dan mentalitas pemain perlu terus dicermati.
FIFA menegaskan bahwa keputusan ini diambil setelah melalui proses investigasi yang cermat dan mempertimbangkan berbagai bukti yang ada. Federasi Sepak Bola Argentina (AFA) memiliki waktu untuk mengajukan banding atas sanksi yang dijatuhkan oleh badan sepak bola dunia tersebut.
Kejadian ini menyoroti pentingnya menjaga ketertiban dan keamanan dalam setiap pertandingan sepak bola internasional, serta menegaskan bahwa FIFA tidak akan mentolerir pelanggaran disiplin yang dapat membahayakan keselamatan semua pihak yang terlibat.
