Mengulek sambal, sebuah aktivitas kuliner yang lazim dijumpai di dapur Indonesia, ternyata dapat memicu masalah kesehatan serius. Para ahli medis memperingatkan bahwa kebiasaan ini berpotensi menyebabkan cedera saraf kejepit, salah satunya adalah carpal tunnel syndrome.
Dr. Pungky Mulya, Sp.OT(K) Spine dari RS Pondok Indah Bintaro, menjelaskan bahwa gerakan berulang saat mengulek sambal dapat memberikan tekanan berlebih pada saraf. “Gerakan repetitif saat mengulek, terutama dengan posisi tangan yang tidak ergonomis, dapat menyebabkan peradangan dan penekanan pada saraf, khususnya di area pergelangan tangan,” ujar Dr. Pungky.
Kondisi yang paling sering dikaitkan dengan aktivitas ini adalah carpal tunnel syndrome. Sindrom ini terjadi ketika saraf medianus, yang melewati terowongan sempit di pergelangan tangan (carpal tunnel), mengalami kompresi. Gejalanya meliputi rasa nyeri, kesemutan, mati rasa, hingga kelemahan pada tangan dan jari.
Menurut Dr. Pungky, frekuensi dan intensitas mengulek menjadi faktor penentu utama risiko. Seseorang yang rutin mengulek sambal setiap hari, apalagi dalam jumlah banyak, akan memiliki peluang lebih besar untuk mengalami cedera dibandingkan dengan yang jarang melakukannya. “Semakin sering dan semakin kuat tekanan yang diberikan, semakin tinggi pula risikonya,” tambahnya.
Untuk mencegah terjadinya saraf kejepit akibat kebiasaan mengulek sambal, Dr. Pungky menyarankan beberapa langkah pencegahan. Pertama, perhatikan posisi tubuh dan tangan saat mengulek. Usahakan pergelangan tangan tetap dalam posisi netral, tidak terlalu menekuk ke atas atau ke bawah. Penggunaan cobek yang stabil juga penting untuk mengurangi beban pada tangan.
Selanjutnya, batasi durasi mengulek. Jika terpaksa mengulek dalam jumlah banyak, disarankan untuk mengambil jeda istirahat secara berkala. “Jangan memaksakan diri. Jika mulai terasa pegal atau tidak nyaman, segera hentikan dan istirahatkan tangan,” tuturnya.
Dr. Pungky juga menyarankan untuk melakukan peregangan ringan pada pergelangan tangan dan jari sebelum serta sesudah mengulek. Latihan peregangan ini dapat membantu menjaga kelenturan otot dan mengurangi ketegangan pada saraf. Alternatif lain yang bisa dipertimbangkan adalah menggunakan alat bantu seperti blender atau food processor untuk menghaluskan bumbu, terutama jika Anda memiliki riwayat masalah pada pergelangan tangan.
Apabila gejala saraf kejepit sudah mulai terasa, seperti nyeri yang mengganggu aktivitas sehari-hari, kesemutan yang berkelanjutan, atau mati rasa pada jari, segera konsultasikan dengan dokter. Penanganan dini sangat penting untuk mencegah kondisi menjadi lebih parah dan permanen.
