Penyakit diabetes atau yang dikenal sebagai penyakit gula, tidak hanya berdampak pada organ tubuh lain, namun juga memiliki potensi besar memicu kerusakan pada otak. Kondisi ini secara signifikan meningkatkan risiko seseorang mengalami stroke serta gangguan kognitif yang serius.
Para ahli mengingatkan bahwa kadar gula darah yang tidak terkontrol dalam jangka waktu lama dapat merusak pembuluh darah di otak. Kerusakan ini kemudian membuka jalan bagi berbagai masalah kesehatan neurologis.
Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Diabetologia, menunjukkan korelasi kuat antara diabetes dengan peningkatan risiko stroke. Lebih lanjut, penyakit ini juga dikaitkan dengan penurunan fungsi kognitif, termasuk masalah memori, konsentrasi, dan kemampuan berpikir.
“Diabetes yang tidak dikelola dengan baik dapat menyebabkan peradangan kronis dan kerusakan pada pembuluh darah kecil di otak,” ujar Prof. Dr. dr. Ketut Suastika, Sp.PD-KEMD, FINASIM, seorang spesialis penyakit dalam konsultan endokrinologi metabolik diabetes, dalam sebuah webinar kesehatan baru-baru ini. Beliau menekankan bahwa kondisi ini dapat mempercepat proses penuaan otak dan meningkatkan kerentanan terhadap kondisi seperti demensia vaskular.
Lebih lanjut, Prof. Suastika menjelaskan bahwa komplikasi diabetes, seperti hipertensi dan dislipidemia (kadar kolesterol tinggi), yang sering menyertai penyakit gula, semakin memperburuk risiko stroke. Ketiga faktor risiko ini, bila terjadi bersamaan, menciptakan badai sempurna yang mengancam kesehatan otak.
Oleh karena itu, pengelolaan diabetes yang optimal menjadi kunci utama untuk melindungi kesehatan otak. Hal ini mencakup kontrol kadar gula darah secara teratur, menjaga pola makan sehat, rutin berolahraga, serta menjalani pemeriksaan kesehatan secara berkala untuk memantau komplikasi lain yang mungkin timbul.
Prof. Suastika menambahkan, “Penting bagi penderita diabetes untuk secara aktif berdiskusi dengan dokter mengenai strategi pengelolaan terbaik yang sesuai dengan kondisi masing-masing. Pencegahan dan deteksi dini komplikasi adalah prioritas utama.”. Dengan manajemen yang tepat, risiko kerusakan otak dan stroke akibat diabetes dapat diminimalkan.
