Wednesday, 29 July 2026
BREAKING
Berita

Daging Ayam Lampaui Cabai dan Beras, Jadi Komoditas Paling Meroket Harganya Tahun Ini

Oleh Ishak July 29, 2026 1 hour lalu 0 komentar

JAKARTA – Kenaikan harga komoditas pangan menjadi sorotan utama di sepanjang tahun ini, dan data terbaru menunjukkan bahwa daging ayam potong berhasil melampaui lonjakan harga yang dialami cabai dan beras. Fluktuasi harga yang signifikan ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat, terutama menjelang periode permintaan tinggi.

Berdasarkan analisis beberapa laporan pasar dan data inflasi, harga daging ayam potong terpantau mengalami kenaikan paling drastis dibandingkan komoditas pokok lainnya seperti cabai dan beras. Fenomena ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya di mana cabai seringkali menjadi penyumbang utama inflasi pangan akibat faktor cuaca dan pasokan.

Beberapa faktor diduga menjadi pemicu utama melambungnya harga daging ayam. Salah satunya adalah peningkatan biaya produksi yang meliputi harga pakan ternak, obat-obatan, dan biaya operasional peternak. Kenaikan harga jagung sebagai bahan baku utama pakan ayam terus memberikan tekanan pada harga jual akhir.

Selain itu, gangguan pada rantai pasok, baik karena kendala logistik maupun masalah pada ketersediaan bibit ayam (DOC), juga turut berkontribusi terhadap kelangkaan pasokan di beberapa daerah. Ketika permintaan tetap tinggi sementara pasokan terbatas, hukum pasar secara alami mendorong harga naik.

Perbandingan dengan komoditas lain menunjukkan bahwa meskipun harga cabai dan beras juga mengalami kenaikan, tingkat persentase lonjakan harga daging ayam lebih signifikan. Data dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional menunjukkan tren kenaikan harga rata-rata daging ayam di pasar tradisional maupun modern yang terus merangkak naik dalam beberapa bulan terakhir.

Dampak dari kenaikan harga daging ayam ini dirasakan langsung oleh konsumen. Sebagai salah satu sumber protein hewani yang paling terjangkau bagi sebagian besar masyarakat, lonjakan harga ayam menggerus daya beli dan memaksa rumah tangga untuk mencari alternatif sumber protein lain atau mengurangi konsumsi.

Pemerintah melalui Kementerian Pertanian dan Kementerian Perdagangan telah menyatakan kewaspadaan terhadap tren kenaikan harga ini. Berbagai upaya terus dilakukan, termasuk pemantauan harga secara berkala, fasilitasi pasokan, dan dialog dengan pelaku usaha peternakan untuk mencari solusi jangka pendek maupun panjang.

Analisis lebih lanjut juga menunjukkan bahwa tren kenaikan harga daging ayam ini berpotensi berlanjut jika faktor-faktor penyebabnya tidak segera diatasi. Stabilitas harga pangan, khususnya protein hewani, menjadi kunci penting dalam menjaga inflasi dan kesejahteraan masyarakat.

Situasi ini menuntut perhatian berkelanjutan dari berbagai pihak untuk memastikan ketersediaan dan keterjangkauan pasokan daging ayam. Upaya stabilisasi harga dan penguatan rantai pasok menjadi agenda krusial yang perlu terus dipantau dan dievaluasi efektivitasnya.

Bagikan: Facebook X WhatsApp