Thursday, 30 July 2026
BREAKING
Berita

Bursa Targetkan 1.100 Emiten di 2030, Butuh 30 IPO Baru Setiap Tahun

Oleh Ishak July 30, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Untuk mencapai target ambisius memiliki 1.100 emiten terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2030, Bursa Efek Indonesia (BEI) memproyeksikan perlunya minimal 30 perusahaan melakukan Penawaran Umum Perdana (IPO) setiap tahunnya. Target ini menuntut peningkatan signifikan dari rata-rata jumlah IPO yang tercatat dalam beberapa tahun terakhir, guna memperkuat pasar modal domestik dan mendorong partisipasi lebih banyak pelaku usaha.

Target 1.100 emiten pada 2030 ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang BEI untuk mengembangkan pasar modal Indonesia menjadi lebih dalam, likuid, dan menarik bagi investor domestik maupun internasional. Saat ini, jumlah emiten yang terdaftar masih jauh dari angka tersebut, sehingga diperlukan upaya ekstra dan konsisten.

Rencana ini diungkapkan dalam berbagai kesempatan oleh jajaran direksi BEI, yang menekankan pentingnya pertumbuhan jumlah emiten sebagai indikator kesehatan dan kematangan pasar modal. Peningkatan jumlah emiten tidak hanya memperkaya pilihan investasi, tetapi juga memberikan akses pendanaan yang lebih luas bagi perusahaan untuk ekspansi dan inovasi.

Untuk mencapai target 30 IPO per tahun, BEI berupaya menciptakan ekosistem yang kondusif bagi perusahaan untuk go public. Ini mencakup penyederhanaan regulasi, insentif bagi perusahaan yang akan IPO, serta peningkatan literasi dan inklusi pasar modal di kalangan pelaku usaha, terutama Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Rata-rata, dalam beberapa tahun terakhir, jumlah IPO di BEI berkisar antara 40 hingga 50 perusahaan per tahun. Namun, angka tersebut perlu dijaga dan bahkan ditingkatkan secara konsisten untuk menutup kesenjangan menuju target 1.100 emiten pada 2030. Keberlanjutan proses IPO menjadi kunci utama.

Selain jumlah IPO, BEI juga terus mendorong peningkatan kualitas emiten dan aktivitas perdagangan di pasar sekunder. Hal ini termasuk menarik perusahaan dari berbagai sektor ekonomi, termasuk sektor-sektor baru yang sedang berkembang pesat seperti teknologi dan ekonomi hijau.

Dukungan dari regulator seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan pemerintah juga menjadi faktor krusial. Kebijakan yang pro-pasar modal dan kemudahan birokrasi diharapkan dapat memacu lebih banyak perusahaan untuk mempertimbangkan IPO sebagai opsi pendanaan strategis.

Proyeksi ini juga mengindikasikan perlunya inovasi produk dan layanan di BEI, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia baik di sisi bursa maupun di kalangan profesional pasar modal untuk mendukung lonjakan aktivitas IPO dan pengelolaan emiten yang lebih besar.

Keberhasilan mencapai target 1.100 emiten pada 2030 akan menjadi tonggak penting bagi perkembangan pasar modal Indonesia, yang pada gilirannya akan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Bagikan: Facebook X WhatsApp