Suara ‘krek’ atau ‘klik’ yang muncul di lutut saat melakukan gerakan seperti berdiri, duduk, atau jongkok mungkin terdengar mengkhawatirkan. Namun, menurut penjelasan dokter, fenomena ini cukup umum terjadi dan seringkali tidak menandakan adanya masalah serius.
Fenomena ini dikenal sebagai crepitus, yaitu suara gesekan yang timbul akibat beberapa faktor. Salah satu penyebab utamanya adalah pergerakan gas yang terlarut dalam cairan sinovial, pelumas alami sendi lutut.
Dokter menjelaskan bahwa saat sendi diregangkan atau digerakkan, tekanan di dalam cairan sinovial dapat menurun. Penurunan tekanan ini menyebabkan gas yang terlarut, seperti nitrogen, oksigen, dan karbon dioksida, membentuk gelembung. Ketika gelembung ini pecah, muncullah suara ‘krek’ atau ‘klik’. Fenomena ini serupa dengan saat kita memecahkan buku jari.
Selain gelembung gas, crepitus juga bisa disebabkan oleh pergerakan tendon atau ligamen di sekitar sendi lutut. Tendon dan ligamen ini dapat bergesekan dengan tulang atau jaringan lain saat sendi bergerak, menghasilkan suara gesekan.
Penyebab lain yang mungkin adalah perubahan pada permukaan tulang rawan sendi. Seiring bertambahnya usia atau akibat cedera, permukaan tulang rawan bisa menjadi tidak rata atau kasar. Gesekan antara permukaan yang tidak rata ini juga dapat menimbulkan suara.
Meskipun suara tersebut terdengar, dokter menegaskan bahwa selama tidak disertai rasa nyeri, bengkak, atau keterbatasan gerak, crepitus umumnya tidak perlu dikhawatirkan. Namun, jika suara tersebut muncul bersamaan dengan gejala lain yang mengganggu, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis ortopedi untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.
