Tuesday, 1 September 2026
BREAKING
Berita

Bijak Menggunakan Paylater: 10 Tips Jaga Keuangan Tetap Sehat

Oleh Ishak September 1, 2026 52 minutes lalu 0 komentar

Fenomena penggunaan layanan buy now pay later (BNPL) atau paylater semakin marak di Indonesia, menawarkan kemudahan berbelanja dengan opsi pembayaran di kemudian hari. Namun, di balik kemudahannya, paylater berisiko menjebak penggunanya dalam lingkaran utang jika tidak dikelola dengan bijak. Artikel ini merangkum 10 tips esensial agar keuangan tetap stabil meskipun memanfaatkan fitur paylater.

Paylater, yang umumnya terintegrasi dalam platform e-commerce atau aplikasi dompet digital, memungkinkan konsumen membeli barang atau jasa sekarang dan membayarnya dalam beberapa cicilan tanpa bunga atau dengan bunga minimal. Kemudahan akses ini, terutama bagi kaum milenial dan Gen Z, kerap menjadi godaan untuk berbelanja impulsif.

Menurut berbagai riset dan laporan industri, pertumbuhan pengguna paylater di Indonesia terus meningkat signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sendiri telah berulang kali mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati dalam menggunakan produk keuangan digital ini, termasuk paylater, agar tidak terjerat utang konsumtif yang berlebihan.

Salah satu kunci utama menggunakan paylater secara sehat adalah dengan menetapkan anggaran yang jelas. Sebelum memutuskan untuk menggunakan paylater, penting untuk mengetahui secara pasti berapa total pendapatan bulanan Anda dan berapa alokasi dana untuk kebutuhan primer serta sekunder. Jangan pernah mengalokasikan lebih dari 10-15% dari pendapatan bulanan Anda untuk pembayaran cicilan paylater.

Memahami ketentuan dan bunga yang berlaku juga krusial. Meskipun banyak promosi paylater menawarkan bunga 0%, penting untuk membaca detail perjanjian. Perhatikan denda keterlambatan pembayaran, biaya administrasi, dan potensi bunga yang timbul jika pembayaran tidak dilakukan tepat waktu. Keterlambatan sekecil apapun bisa memicu lonjakan biaya yang tidak terduga.

Hindari penggunaan paylater untuk transaksi yang tidak perlu atau bersifat konsumtif semata. Gunakanlah paylater hanya untuk kebutuhan mendesak atau barang-barang yang memang memberikan nilai tambah signifikan dan sesuai dengan kemampuan bayar Anda. Berpikir dua kali sebelum mengklik ‘bayar’ bisa menjadi kebiasaan baik.

Memantau tagihan secara rutin adalah langkah pencegahan yang efektif. Banyak pengguna paylater lalai memeriksa tagihan mereka hingga mendekati tanggal jatuh tempo. Kebiasaan memantau tagihan secara berkala, misalnya seminggu sekali, akan membantu Anda mengingat jumlah utang dan kapan harus melakukan pembayaran, sehingga menghindari kelalaian.

Manfaatkan fitur pengingat pembayaran yang biasanya disediakan oleh penyedia layanan paylater. Mengaktifkan notifikasi ini akan membantu Anda tidak melewatkan tanggal jatuh tempo, yang berpotensi menghindari denda dan menjaga riwayat kredit Anda tetap baik. Riwayat kredit yang buruk dapat mempersulit Anda mendapatkan akses ke produk keuangan lain di masa depan.

Membangun dana darurat yang memadai juga menjadi benteng pertahanan. Memiliki dana darurat yang cukup akan mengurangi godaan untuk menggunakan paylater saat ada kebutuhan tak terduga. Dana ini bisa digunakan untuk mengganti kebutuhan yang terpaksa dibayar dengan paylater, sehingga Anda tetap bisa melunasi cicilan paylater tepat waktu.

Terakhir, jika Anda merasa kesulitan mengelola penggunaan paylater atau mulai terjerat utang, jangan ragu untuk mencari bantuan. Konsultasi dengan perencana keuangan atau lembaga keuangan yang terpercaya dapat memberikan solusi dan panduan yang tepat untuk keluar dari jerat utang.

Dengan kedisiplinan dan kesadaran finansial, paylater bisa menjadi alat pembayaran yang bermanfaat. Namun, kelalaian dalam pengelolaan dapat berujung pada masalah keuangan yang serius. Oleh karena itu, penting untuk terus menerus mengevaluasi kebiasaan belanja dan kemampuan bayar agar tidak terperangkap dalam jebakan utang digital.

Bagikan: Facebook X WhatsApp